BERBAGI DUA KALI PENGALAMAN KEHILANGAN KARTU ATM DI BALIKPAPAN

pic by: unsplash.com

Kehilangan kartu ATM satu kali saja berat, ternyata masih ada kehilangan yang kedua kalinya.
Kali pertama kehilangan kartu ATM itu kira-kira dua tahun yang lalu. Dan yang kedua kali, baru-baru saja terjadi. 

Saya mau menulis urutan peristiwanya baik saat kehilangan kartu ATM pertama dan kali kedua, kali aja ada yang kehilangan kartu ATM juga dan iseng-iseng browsing terus nemu tulisan ini.
Kali aja ada yang bahagia, bahwa kalian tidak sendiri yang kehilangan kartu ATM di muka bumi ini (segitunya ...) 

Oya, kartu ATM yang hilang milik saya adalah dari Bank BNI Syariah. Baik kali pertama dan kedua. Tadinya saya pikir, nggak perlu menulis nama Bank-nya. Karena saya rasa, cara mengurus kartu ATM yang hilang dimana pun sama aja.
Tapi, saya pikir lagi, jangan-jangan ada yang beda? Misal : nggak perlu lapor ke kantor polisi gitu? Atau : ada yang butuh tahu pembebanan biayanya? Jadi ya udah, saya sebut saja nama Banknya ya.



Kehilangan Kartu ATM Pertama Kali (Kira-kira Dua Tahun Lalu): 

Saat itu, setelah keluar dari Anjungan Tunai Mandiri alias ATM, saya langsung meluncur pulang. Saat di pertengahan jalan, saya merasa nggak sreg. Kayaknya belum cabut kartu ATM. Saya coba mengecek dompet dan emang beneran nggak ada! 

Akhirnya balik lagi ke tempat ATM BNI, yang kebetulan berdekatan dengan Bank BNI itu sendiri. Saya langsung bikin laporan ke Bank BNI di situ, bahwa kartu ATM saya tertelan (yakin amat ya!) kemudian saya ditanya di mesin yang mana? 

Oleh pihak Bank mengutus Om Sekuriti untuk ‘membongkar’ mesin. Setelah mengikuti prosedur dan menunggu cukup lama, Om Sekuriti balik lagi dan berkata : “nggak ada yang nyangkut tuh.” 
Aduh, keyakinan saya merosot seketika. Terus dimana kartu ATM saya?

Seingat saya mbak CS berkata : “kalau kartu ATMnya beneran tertelan, maka akan otomatis terblokir setelah beberapa xxx jam.” (Tapi, maaf saya lupa detail pernyataan ini)
Karena Bank yang saya tuju adalah Bank BNI, sedangkan saya pengguna BNI Syariah, maka saya nggak bisa meneruskan laporan.

Esoknya saya pergilah ke Bank BNI Syariah dan menghadap mbak CS (kalau membelakangi namanya bukan melapor, tapi ngerumpiin). 
Sebelumnya saya sudah menyiapkan dua benda untuk mengurus kartu ATM yang hilang : kartu identitas dan buku tabungan. Saya katakan : “mbak, saya yakin kartu ATM saya tertelan tapi setelah dicek nggak ada.” (laporan bernuansa curhat)

Dan mbak CS berkata : “Oh, hilang ya mbak.” Kemudian saya diminta untuk membuat laporan kehilangan di kepolisian. Saya lupa, apakah kartu ATM saya langsung diblokir saat itu juga atau setelah membuat laporan kehilangan dari kepolisian? Maaf deh, lupa. Karena udah 2 tahun lalu.

Oleh mbak CS, buku tabungan dan ID saya difotokopikan lalu diberi amplop. Baik amat ya si mbak.

Saya pergi lagi ke kantor polisi. 
Disinilah perjuangan mengurus kartu ATM hilang itu benar-benar terasa......................... ............................ ........................................................................sampai ke dengkul. Dari CMumut lari sana-sini, sampai akhirnya bobok di pangkuan.

Ternyata, masyarakat yang melapor kehilangan itu buanyak banget. Saya pergi siang, sekitar pukul 13.00WITA (ba’da zuhur) lalu menjelang pukul 3 sore, baru dapat giliran melapor.

Untuk sistem antriannya, pak polisi menggunakan metode face recognition

Dimana : Pak Polisi yang bertugas akan mengamati wajah-wajah pelapor untuk mendapat antrian. Seperti ini : “Oh, mbak yang berkacamata nanti masuknya habis ibu yang berjilbab itu ya. Nah, ibu itu masuknya habis bapak yang pake topi itu.” 
(Face Recognition) 

Dengan orang yang sebanyak itu melapor, saya yakin si bapak pasti keteteran mengingat muka manusia satu persatu. Belum lagi suasananya gerah, nyaris semua pelapor berwajah gersang, bermuram durja. Dan eit benar. Saat itu saya bawa CMumut, namanya juga anak-anak, manalah dia bisa duduk tenang. Ketika saya mesti mengejar dia, antrian saya diambil orang. Dan ketika saya bilang ke pak polisi, beliau berkata : “lho Ibu kemana? Saya nggak liat ada Ibu tadi.” 
Haish....

Oya, di samping saya ada seorang Ibu yang terlihat santai dan nggak gersang-gersang amat. Ternyata dia sudah sering kehilangan berkali-kali. Jadi dia hapal mati gimana prosedur dan rasanya ke kantor polisi. Panteeees, si ibu akrab amat ama si bapak polisi.

Btw, mengurus surat kehilangan kartu ATM di kantor polisi (Balikpapan) itu MUDAH. Sumpah, beneran mudah. Nggak ribet, nggak banyak ditanya-tanya. Dan GRATIS, tis, tis, tis. Petugasnya juga nggak galak. 

Yang berat itu.......... antrinya.

Esoknya, saya pergi ke Bank BNI Syariah. Sekali lagi siapkan buku tabungan + kartu identitas + surat kehilangan dari kantor kepolisian

Ada beberapa pertanyaan yang akan diajukan terkait kehilangan kartu ATM : 
1. Kapan dan dimana terakhir menggunakan kartu ATM. 
2. Berapa saldo terakhir. 
3. Berapa tarikan tunai terakhir via ATM. 
Siapkan juga biaya untuk mengganti kartu ATM yang baru. Saat itu saya lupa berapa biayanya.



Pengalaman Kedua Kehilangan Kartu ATM (Sept 2018 ini)

Berdasarkan pengalaman pertama kehilangan kartu ATM BNI Syariah, saya langsung pergi ke Bank terkait. Tak tahunya keliru, mbak CS bilang, saya bisa langsung pergi ke kantor polisi saja. Intinya, kartu ATM saya tidak langsung diblokir saat itu juga.

"Saat melapor kehilangan kartu ATM di kepolisian,
siapkan : fotokopi KTP + buku tabungan

Berdasarkan pengalaman pertama ke kantor polisi, saya menyiapkan snack yang cukup banyak, khawatir kalau antrinya bakal lama hihihi. Lalu pergi pagi-pagi. 
Eh, tak tahunya tetap banyak yang melapor. Dan saya lupa pulak, mesti fotokopi buku tabungan + KTP lebih dulu.

Kali ini pak polisi memberikan kartu nomor antrian. Tapi, ya tetep, nggak dipanggil. 
Kuncinya adalah, kita para pelapor harus menerapkan 3T+W ke para pelapor lain: Tegur-tegur, Tersenyum, Tanyakan nomor antrian mereka dan Waspadalah (kalau antrian bakal direbut).

Seenggak-enggaknya, berkat tegur sapa, saya semestinya bersyukur. Orang-orang di sekitar saya ada yang kehilangan lebih parah, ada yang kehilangan motor dan keluarganya. 

Jadi sedih. 

Sekali lagi: mengurus surat kehilangan di kantor polisi itu mudah, nggak ribet, dan GRATIS. 
Yang malesin itu antrinya aja.

Terakhir, saya balik ke Bank BNI Syariah. Setelah lumayan juga mengantrinya, akhirnya bisa ngadep ke Mbak CS. Oya, untuk biaya penggantian kartu ATM baru, saya dikenai Rp 10.000. 

Dan akhirnya selesai. Saya punya kartu ATM baru. Kata si mbak : “Jangan sampai kehilangan lagi ya.”  Aamiin Allahumma aamiin. 
Semoga jangan kehilangan kartu ATM lagi. Capek.

Sekadar catatan paling akhir : prosedur mengurus kartu ATM yang hilang dan biayanya bisa berbeda antara satu bank dengan lainnya atau di kepolisiannya ya. Karena ini cerita saya. Mungkin Anda punya cerita yang berbeda.


***

Salam.

16 comments:

  1. Suamiku 3x ilang yg satu BNI yg mshelekat dgn kartu mahasiswa yg kedua ketiga kalinya BCA. Eh skrg sm suami gk diurus dong atmnya ilang, wkwkwk. Klo ada duit lgsg transfer ke rekeningku aja. Males ngurus katanya, hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga malesin ngurusnya, males bolak-balik gitu, tapi ntar kalau suami transfer ya gimana wkwkwkwk

      Delete
  2. Ya ampyuuunnn.
    Ini doyan atau apa ya....?
    Hahaha... ;)

    Jadi kalau kehilangan ATM, kudu lapor polisi dulu sambil bawa copy buku tabungan + KTP.
    Well note, dear


    ReplyDelete
    Replies
    1. ih maca dibilang doyan, cedih akutu. ini mah nacib hihihi
      Kalau ke polisi kudu bawa dua hal itu. Tapi, kalau kak Ros merasa perlu blokir dulu, bisa ke bank dulu rasanya.

      Delete
  3. wah ternyata ada biaya dan harus ke kantor polisi juga ya,,untung belum pernah. Btw terima kasih sudah berbagi, nanti kelau kehilangan biar lebih enak, tapi ya jangan sampe kehilangan hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biayanya gak bisa dijadikan patokan ya. Bisa saja beda.
      Iya semoga jangan kehilangan ya, kekepin dompetnya

      Delete
  4. Ya ampun hampir ngakak di bagian:
    kalau membelakangi namanya bukan melapor, tapi ngerumpiin).
    :D

    Harus hapal berapa saldo ya? Duh saya suka lupa kalo saldo. Padahal isinya gak seberapa :D
    Semoga tidak kejadian.

    ReplyDelete
  5. Mudah-mudahan terakhir kalinya ya mba kehilangan ATM. Kebayang pasti pusing banget ngurusinnya.

    ReplyDelete
  6. Saya lebih baik mantan saya yang hilang daripada kartu atm saya mba hehe

    ReplyDelete
  7. Satu hal yang bikin ribet itu adalah saat mengurus dokument pribadi yang hilang....

    ReplyDelete
  8. wah...informasi yang bermanfaat sekali ini mbak Lidha. tidak hanya utk warga Balikpapan, tapi untuk semua kota juga sangat bermanfaat nih sharingnya

    ReplyDelete
  9. TFS mba, duh jangan sampe deh ATM sampe hilang walau gampang ngurusnya ya

    ReplyDelete
  10. Karena aku ga pernah kehilangan kartu ATM, jadi 3T+W ini sepertinya perlu diingat-ingat nih. Ga tau kalau ternyata sepanjang itu antriannya

    ReplyDelete
  11. Semoga gak ilang lagi ya Lidh... macam2 kartu apapun itu selalu butuh ekstra waktu, energi, dan biaya ngurusnya..

    ReplyDelete
  12. Waaahh, saya paling males yang namanya antri mba, apalagi gerah hiii...
    Makanya saya paling aware terhadap benda saya.
    Dan Alhamdulillah juga sejak kecil ortu galak banget ngingetin tentang hal2 kayak kehilangan atau kelupaan barang gitu.

    Tapi, untung isi rekening aman ya mba.
    Yang ditakutkan kalau hilang trus bisa di gunakan orang

    ReplyDelete
  13. Ya Allah mbak.... pasti auto pening kalo gini mah... kehilangan kartu ATM, alhamdulillah aku nyimpen baik-baik di dalam dompet. #jejakbiru

    ReplyDelete

Hai, bila tidak memiliki link blog, bisa menggunakan link media sosial untuk berkomentar. Terima kasih ^_^