Dukung Produktivitas Harian dan Proses Kreatif Perayaan Literasi Bersama ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA), Laptop ASUS 45+ TOPS Advanced AI

ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA)

Dukung Produktivitas Harian dan Proses Kreatif Bersama ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA)


Kejutan 2025 dan Tim dalam Perayaan Literasi

Tahun 2025 datang dengan cukup memberikan kejutan. Bukan karena linimasa media sosial yang makin penuh kejutan dan gosip yang kadang bikin “shick-shack-shock”. Itu ada benarnya juga sih, tapi tiba-tiba banget mau bahas pergosipan negeri sendiri. Bukan. Semuanya bermula dari sederet niat yang saya tanam di tahun 2024. Waktu itu saya hanya menuliskan niat-niat sederhana. Pertama, ingin belajar lebih dalam tentang puisi, baik dengan mengikuti kelas, mengirimkan karya ke media, hingga berangan-angan membuat buku kumpulan puisi. Kedua, saya ingin mulai menulis cerita anak, sebuah genre yang selama ini hanya saya kagumi. Ketiga, ingin berbagi ilmu menulis. Keempat, menerbitkan buku solo, setelah cukup lama ‘keroyokan’ menulis buku-buku antologi. Dan kelima, menyukseskan acara tahunan bernama: Parade Buku Balikpapan. Ada lagi? Tentu. Namanya juga berkeinginan, taruh saja sebanyak-banyaknya, entah mana yang akan terkabul.

Kemudian, tahun 2025 pun datang dan belum tiba di penghujungnya, saya ingin bersyukur karena beberapa sudah dikabulkan. Baru-baru ini saya memenangkan lomba menulis dongeng fabel yang berhadiah perjalanan ke Jepang. Sayangnya, saya tak bisa ikut karena kesibukan. Tapi tetap saja, kabar kemenangan itu sukses membuat saya kelewat bahagia. Lah, niat awal kan cuma 'biar bisa nulis cernak atau dongeng aja’ eh, malah menang lomba. Masya Allah. Alhamdulillah.

Lalu, baru-baru ini, saya terlibat dalam forum sastra bergengsi lintas negara: Dialog Serantau Borneo-Kalimantan (DSBK) XVI, yang mempertemukan para sastrawan dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Keikutsertaan ini saya dapat karena dua puisi saya dinilai layak masuk dalam antologi tiga negara tersebut, dan berhak hadir dalam acara. Sungguh pengalaman yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Dan Masya Allah, alhamdulillah lagi

Dan masih berlanjut. Tahun ini, saya diminta bergabung dalam tim penyelenggara kegiatan tahunan Parade Buku Balikpapan. Kegiatan inilah yang membawa saya pada peralihan kesibukan yang cukup banyak dari semula yang hanya sebagai penulis, kini didaulat untuk lebih banyak berbicara. Entah melakukan sosialisasi kegiatan, audiensi, sampai mengisi acara untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Saya dan ilmu yang masih klepek-klepek ini, kadang terpikir ‘perasaan kemarin mintanya nggak di level ini’. Tetapi, berada di pertemanan yang suportif yang saling menyemangati, terus saja mengatakan, “Kapan lagi kalau bukan sekarang.” Maka maju ajalah, sambil terus belajar materinya dan belajar mengatasi kecanggungan diri. Udah gitu (sst, yang ini curhat) sekarang jika ikut pelatihan menulis di kota sendiri, ada saja yang berkata, “Kak, nggak salah ikutan ini?” atau “Mestinya yang ini jadi pembicara aja.” Atau “Kak ini buat pemula. Kakak pulang aja deh sana.” Ish, akutu masih kurang ilmu juga kali". Sedih deh.

kegiatan sharing session
dokumentasi kegiatan sesi bincang literasi (dok.pri)


Namanya Parade Buku Balikpapan. Sebuah kegiatan festival tahunan yang diharapkan menjadi wadah sekaligus menjadi market dan marketing-nya para penulis lokal. Selama ini kita tahu bahwa para penulis adalah karyawan yang ‘bersembunyi’ di balik karyanya. Mereka tahu menulis, tetapi tidak banyak yang tahu cara mengenalkan buku-bukunya. Tahu menulis dan menyebut diri penulis, tetapi tidak cukup dikenal pihak luar. Gaung literasi kepenulisan dan perbukuan di kota kami juga tidak sebesar di kota terdekat atau atau seterkenal di kota-kota besar lain. Maka ParBuk (sebut saja demikian, biar tidak capek mengetik hihihi) hadir untuk menjembatani. Bukan hanya bagi penulis buku cetak, tapi juga penulis blog, platform daring, dan siapa pun yang menjadikan kata-kata sebagai rumahnya.

sepintas kegiatan Parade Buku
dokumentasi kegiatan Parade Buku.


Besar cita-cita ini, besar pula tantangan yang mengiringi. Tim penyelenggara ParBuk bisa dihitung dengan jari. Semua perempuan. Sebagian ibu rumah tangga. Kami bekerja dengan peran ganda dan perangkat terbatas. Kolaborasi dengan pihak lain adalah napas kami. Karena kalau hanya mengandalkan kemampuan tim kecil ini, khawatir acara ini hanya tinggal wacana. Ajaibnya lagi, tim tidak mempunyai perangkat-peranti yang komplit memadai. Termasuk saya sebagai tim kreatif dan penyusun kegiatan. Saya sempat berdalih agar tidak dibebankan yang tidak sesuai amanah. Ucap saya, “laptopku jadul. Bodinya berat. Port-nya nggak berfungsi, kecuali buat earphone, dan USB. Tidak ada kamera, atau microphone. Baterainya butuh baru, jadi nggak mungkin bisa dibawa kemana-mana kalau tidak ada colokan.” Dan apa jawaban tim? “Yang lain masih ada yang menggandalkan hanya hape. Yang penting semua serius, nanti ada saja pertolongannya.”

Hmm? Tentu tidak ada niat bagi saya untuk menggagalkan keyakinan dan impian. Sebab, meski terlihat sederhana, keduanya adalah bahan bakar paling kuat untuk melampaui keterbatasan. Hanya saja, mimpi dan niat baik juga perlu dibalut dengan upaya nyata: sumber daya manusia yang tepat dan perangkat kerja yang mendukung. Bayangkan, dalam merintis kegiatan seperti ParBuk, kami memulai dari langkah-langkah kecil yang padat: rapat yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, presentasi yang harus dilakukan secara adaptif yang berpacu dengan timeline, mengolah materi grafis, menyusun strategi komunikasi visual, hingga menyiapkan tampilan seni dan pertunjukan layar yang matang pada hari puncak.

dokumentasi tim
dokumentasi kegiatan tim, bergerak darii satu ruang literassi juga ke kafe

Dengan jumlah tim yang terbatas dan peran ganda yang melekat pada setiap orang, tuntutan untuk bertindak cepat adalah keharusan. Segala ide harus diracik, diuji, dan disajikan dengan kualitas terbaik untuk menuju perhelatan utama yang hanya tersisa tiga bulan dari sekarang. Membayangkan semua proses itu berjalan secara efisien dan optimal, rasanya sangat pas jika kegiatan ini ditopang oleh perangkat sekelas ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA)laptop tipis premium pertama di Indonesia yang memadukan keindahan desain, mobilitas tinggi, serta kecanggihan teknologi berbasis AI.
ASUS Zenbook S14 OLED
sumber foto: Katerina (travelerien.com)

ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) ditenagai oleh prosesor Intel® Core™ Ultra (Series 2) terbaru yakni Intel® Core™ Ultra 7 Processor 258V yang menawarkan kecepatan dan efisiensi tinggi untuk multitasking. Bagi saya, ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) lebih dari sekadar penampilan. Bayangkan, saya harus mengolah dokumen proposal, menyunting materi grafis, membuka spreadsheet, dan menjalankan diskusi online secara bersamaan bisa dilakukan tanpa jeda berarti. Ini sangat krusial loh, terutama saat harus menyelaraskan kerja kreatif dengan tuntutan waktu yang ketat.

Yang paling mengesankan adalah hadirnya NPU Intel® AI Boost dengan performa hingga 47 TOPs (Tera Operations per Second), menjadikannya bagian dari kategori ASUS 45+ TOPS Advanced AI LaptopTeknologi ini memungkinkan laptop untuk menangani beban kerja berbasis AI dengan lebih efisien. Dalam konteks tim kreatif ParBuk, peran laptop berbasis AI jelas terasa sangat strategis. Dari menyusun materi media sosial, menyaring ratusan dokumentasi foto, hingga menyiapkan laporan kerja sama, semuanya butuh kecepatan dan presisi. Teknologi AI pada ASUS Zenbook S14 OLED memungkinkan melampaui batas manual: semisal melakukan editing otomatis, merekomendasikan visual, bahkan menyusun draf laporan dengan bantuan kecerdasan yang terus belajar dari cara kita bekerja.

Meskipun saya belum menggenggam langsung perangkat ini, saya bisa membayangkan bagaimana layar ASUS Lumina OLED yang tajam dan akurat itu akan membantu saya mengkritisi tone warna dalam poster, atau mengoreksi kesalahan tipografi tanpa memicingkan mata. Performa prosesor Intel® Core™ Ultra 7 Processor 258V yang efisien untuk multitasking. Membuat saya bisa lebih mudah mengatur jadwal rapat, menulis proposal secara cepat, dan menyusun konten secara bersamaan dalam satu ruang kerja digital.

(mengolah promosi dengan AI untuk kerja kreatif dan cepat)

Namun, ini belum seberapa. Mari saya ceritakan mengapa ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) begitu relevan dalam mendukung produktivitas saya sebagai penulis, mempermudah saya beraktivitas dalam dunia digital, sekaligus memperkuat proses kreatif dalam perayaan literasi ParBuk, tempat saya berperan sebagai bagian dari tim kreatif.
◀🔅▶



ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA)

Laptop AI Untuk Kerja Kreatif 

Cepat Adaptif


ASUS merupakan perusahaan multinasional sekaligus produsen motherboard, PC, monitor, kartu grafis, dan router terbaik di dunia dengan visi sebagai perusahaan teknologi terdepan dan paling inovatif di dunia. Sebagai bukti dari komitmen terhadap inovasi, desain dan kualitas, ASUS telah memenangkan lebih dari 72.192 penghargaan dari organisasi teknologi terpandang dan media IT dari seluruh dunia sejak tahun 2001 lalu. ASUS terus melakukan inovasi canggih untuk menghasilkan perangkat cerdas terbaik yang dapat dinikmati oleh semua penggunanya. Termasuk meluncurkan ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA)Zenbook merupakan laptop ASUS yang dikenal ringan, tipis, berdesain mewah, sekaligus bertenaga. Ini artinya Zenbook S14 OLED (UX5406SA) merupkan laptop premium ASUS yang ramping dengan layar 14 inci, dan menggunakan layar OLED berkualitas tinggi.

ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) sangat cocok untuk menjalankan aplikasi-aplikasi modern yang sudah mendukung teknologi AI. ASUS Zenbook S14 (UX5406SA) sudah diperkuat oleh Intel® Core™ Ultra 7 Processor 258V 32GB 2.2GHz yang memiliki 8 core dan 8 thread. Prosesor tersebut dilengkapi dengan Intel® Arc™ Graphics serta chip AI berbasis Intel® AI Boost NPU dengan kecepatan hingga 47 TOPS.

Karena itu, menurut saya, ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) juga sangat tepat untuk menopang kegiatan saya sehari-hari sekaligus kegiatan saya sebagai tim dalam perayaan literasi.

ASUS Zenbook S14 OLED


◀🔅▶


Laptop Tipis Premium Pertama di Indonesia

Sebagai laptop ASUS 45+ TOPS Advanced AI Laptop yang ultra-ringan dan ramping, ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) menjadi solusi ideal bagi saya sebagai individu yang berjuang lewat tulisan dan saya sebagai bagian dari komunitas. Dalam tim ini, kami bekerja berpindah tempat dari ruang rapat daring, ke kafe, ke ruang komunitas, dari taman literasi sampai nanti ke panggung utama acara. Dalam alur kerja yang selalu dinamis dan mobilitas yang tinggi, ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) dapat menjadi rekan yang ideal. Dengan bodi setipis 1,19 cm dan berat hanya sekitar 1,2 kg, laptop ini mudah dibawa ke mana pun saya bergerak bersama tim. Bahkan dalam situasi harus presentasi spontan ke calon mitra di tempat mendadak, atau mengedit ulang tampilan visual di lokasi acara, perangkat ini bukan hanya mudah dibawa, tetapi juga tampil elegan dan profesional.

Tipis, ringan, tetapi tetap tangguh. Itulah yang saya butuhkan sebagai seseorang yang aktif menyusun rencana dan mengelola kreativitas dalam komunitas yang dinamis. ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) memberikan keleluasaan bergerak tanpa membebani, membuatnya menjadi pilihan paling masuk akal bagi pekerjaan saya yang menuntut fleksibilitas. Dimensinya yang hanya 31,03 x 21,47 cm sangat bersahabat untuk mobilitas tinggi, termasuk saat harus menulis di luar rumah demi mendapatkan suasana yang lebih tenang dan segar. Kemudahan ini makin terasa dengan charger-nya yang ringan, hanya sekitar 190 gram, dan sudah menggunakan  charger 65 watt kabel USB-C to USB-C yang bisa dilepas. Desain charger ini sangat ringkas, mirip dengan charger smartphone masa kini.  Kombinasi desain laptop dan aksesori ini benar-benar membuat laptop ini terasa seperti perangkat kerja modern yang dirancang untuk gaya hidup kreatif yang selalu bergerak.

ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA)
◀🔅▶


Ditenagai oleh Prosesor Intel® Core™ Ultra 7 Processor 258V

Mengelola festival seperti ParBuk tak lepas dari kerja paralel: membuka spreadsheet mitra, proposal, sambil menyunting naskah acara, menyusun visual media sambil menjawab email undangan. Yup, itulah yang saya lakukan. Dengan prosesor Intel® Core™ Ultra 7 Processor 258V di dalam ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) memungkinkan semuanya berjalan tanpa hambatan, cepat, dan hemat daya.

Mengapa? Karena performanya memberi saya ruang untuk tetap kreatif tanpa harus khawatir laptop melambat saat dibutuhkan. Saat hari puncak ParBuk semakin dekat, kerja menjadi lebih padat dari biasanya. Ada banyak file yang mungkin harus dibuka secara bersamaan: naskah pembukaan acara, rundown teknis, materi grafis, sampai skrip bridging yang harus diperiksa ulang.

ASUS Zenbook S14 OLED

Kecepatan dan stabilitas menjadi kebutuhan utama, dan di sinilah prosesor Intel® Core™ Ultra 7 Processor 258V di dalam ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) berperan penting. Prosesor ini memungkinkan penggunanya melakukan multitasking berat tanpa lag. Tak ada jeda, tak ada “loading lama

Saat mempersiapkan pertunjukan layar digital yang menampilkan perkenalan buku-buku unggulan, visualisasi penulis, hingga peralihan tema dari satu sesi ke sesi lain, maka saya atau tim bisa membuka software desain, dokumen kurasi, dan simulasi pemutaran sekaligus. Semuanya berjalan halus dan presisi, membantu mengejar waktu dan menyempurnakan hasil.
ASUS Zenbook S 14 OLED
◀🔅▶

NPU Intel® AI Boost dengan Performa Hingga 47 TOPs

Salah satu tantangan di balik layar ParBuk adalah efisiensi. Tim kreatif harus mengedit konten video, menata gambar media sosial, hingga menyusun transkrip atau konten dengan cepat.

Dengan NPU Intel® AI Boost berdaya hingga 47 TOPs, ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) menghadirkan dukungan AI yang tak main-main. Berbagai proses kreatif bisa dipercepat secara otomatis: dari menyusun cuplikan dokumentasi acara, mengedit suara narasi, sampai melakukan pemrosesan gambar cerdas, semuanya dilakukan dengan waktu yang jauh lebih singkat.
ASUS Zenbook S 14 OLED

◀🔅▶


ASUS Ceraluminum™ untuk Desain Mewah dan Tangguh

Dalam dunia literasi hari ini, tampilan tak kalah penting dengan substansi. Maka saat kami hadir di hadapan mitra, sponsor, atau publik, perangkat yang kami bawa juga mencerminkan nilai acara yang kami perjuangkan: profesional, tangguh, dan bernilai estetis. Di sinilah ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) kembali menambah nilai identitas komunitas yang kreatif dan adaptif.

Laptop ini menggunakan material eksklusif bernama ASUS Ceraluminum™, sebuah inovasi hasil pengembangan selama empat tahun, yang menyempurnakan kekuatan, warna, dan tekstur permukaan. Dengan ketebalan hanya 1,1 cm, laptop ini menjadi pilihan ideal bagi kami yang sering berpindah lokasi, baik dalam sesi diskusi terbuka, audiensi formal, hingga penampilan di panggung komunitas.

ASUS Zenbook S 14 OLED

Kegiatan seperti ParBuk membutuhkan perangkat yang tangguh namun tetap anggun, mampu tampil elegan di balik meja registrasi, di samping layar proyektor, atau bahkan saat digunakan secara mobile di tengah area terbuka festival. ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) menjawab kebutuhan itu dengan keseimbangan antara fungsi dan gaya. Bodi laptop ini dibentuk menggunakan teknologi CNC milling, menjadikannya terasa padat, kokoh, dan presisi. Desain detail seperti grille geometris unik di atas keyboard tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menambah kenyamanan saat mengetik cepat untuk menyesuaikan skrip acara atau menyunting visual panggung. Ketangguhannya pun telah teruji, karena laptop ini memenuhi standar militer US MIL-STD 810H, membuat pengguna lebih tenang menghadapi goresan, benturan ringan, atau kondisi lapangan yang dinamis.

Yang paling mengesankan, ASUS tetap mempertahankan komitmen terhadap keberlanjutan. ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) hadir dalam sleeve berbahan poliester daur ulang bersertifikasi GRS, sebuah pendekatan yang sangat saya apresiasi, karena sejalan dengan semangat masa depan dunia.
ASUS Zenbook S 14 OLED

Dengan pilihan warna alami seperti Zumaia Gray dan Scandinavian White, laptop ini tampil minimalis dengan tetap berkarakter. Mungkin dapat mewakili karakter tim yang sederhana namun ingin berdampak luas. Ehem. 
◀🔅▶


Visual-Audio Terbaik: ASUS Lumina OLED 3K 120Hz & Dolby Atmos® Audio

VISUAL          

Salah satu momen paling ditunggu dalam puncak acara ParBuk adalah tampilan visual yang memadukan video, kutipan narasi, dan peluncuran buku dengan pertunjukan seni suara. Untuk menggarap tampilan sekreatif ini, layar laptop tentu diharapkan sangat mendukung, meski fokus akan tetap pada layar pertunjukan. ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) hadir dengan layar ASUS Lumina OLED beresolusi 3K (2880 x 1800 piksel), refresh rate 120Hz, dan response time hanya 0,2 milidetik. Kombinasi resolusi tinggi, refresh rate 120Hz, dan response time 0,2 milidetik pada ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) membuat transisi visual terasa mulus dan bebas jeda. Hal ini sangat membantu saat mengedit atau memutar video artistik secara langsung di lokasi acara. Rasio layar 16:10 memberikan ruang kerja ekstra yang ideal untuk menyunting detail visual dengan lebih presisi. Ditambah lagi, desain bingkai yang tipis di keempat sisinya menciptakan tingkat screen-to-body ratio hingga 90 persen, sehingga memberikan pengalaman visual yang imersif dan nyaris tanpa batas. Tampilan layar terasa lebih luas dari ukuran fisiknya, menjadikannya sangat mendukung pekerjaan kreatif yang menuntut presisi dan kenyamanan mata.

ASUS Zenbook S 14 OLED
Visual ASUS Zenbook S14 OLED yang menawan.
foto dan model: Katerina dari travelerien.com

Panel OLED-nya sendiri tergolong istimewa. Tingkat kecerahan mencapai 400 nits dalam mode SDR dan meningkat hingga 500 nits di mode HDR dengan Color Gamut 100% DCI-P3. Warna juga tampil sangat hidup,  serta telah mengantongi sertifikasi Pantone Validated. Artinya, tampilan warna pada layar ini sangat akurat dan sudah siap digunakan untuk pekerjaan konten profesional. Untuk pengalaman hiburan, layar ini didukung Dolby Vision dan Display HDR True Black 500 yang menjadikan tontonan HDR terasa lebih nyata. Keamanan mata juga diperhatikan dengan tingkat cahaya biru yang dikurangi hingga 70%, serta sertifikasi TÜV Rheinland-certified dan SGS Eye Care Display.

Menariknya, layar glossy ini tidak hanya mendukung sentuhan jari alias touchscreen, tetapi juga kompatibel dengan stylus (dijual terpisah). Fitur ini membuat interaksi dengan tampilan visual semakin praktis, baik untuk scrolling, zooming, atau membuat coretan kreatif langsung di layar. Keunggulan ini menjadikan ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) sebagai alat kerja visual yang tangguh dan nyaman, cocok untuk kebutuhan kreatif seperti dalam festival literasi dan produksi konten harian.

AUDIO                

Kualitas audio pada ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) menjadi salah satu keunggulan yang patut diapresiasi, terutama untuk kegiatan yang mengandalkan kekuatan suara sebagai bagian dari pengalaman utama, seperti peluncuran buku, pemutaran video naratif, hingga pertunjukan kreatif di panggung literasi. Laptop ini dibekali speaker premium dari Harman Kardon yang didukung teknologi Dolby Atmos®, menghasilkan suara yang jernih, kaya lapisan, dan terasa hidup, meski berasal dari perangkat setipis ini. Suara latar, narasi, hingga efek musik tampil lantang dan detail, mampu menyamai kualitas dari laptop gaming berukuran besar. Didukung teknologi Smart Amp dan mikrofon array bawaan, ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) benar-benar menghadirkan kualitas audio visual yang mendekati standar profesional dalam balutan perangkat yang ringkas dan stylish.

SUS Zenbook S14 OLED

◀🔅▶


Keyboard dan Touchpad: Kombo Nyaman dan Responsif

Sebagai seseorang yang sehari-harinya berkutat dengan kata dan konten, saya tidak bisa mengabaikan kenyamanan mengetik dan navigasi di laptop. ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) menghadirkan keduanya dalam satu paket yang ringkas tapi sangat fungsional, keyboard dan touchpad-nya benar-benar dirancang untuk pengguna aktif. 

Mulai dari keyboard. Meski bodinya ramping,ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) ini dilengkapi dengan keyboard chiclet backlit yang ergonomis. Pencahayaan yang nyaman bisa membuat saya lancar mengetik sampai malam, tanpa harus menyalakan lampu tambahan yang dapat mengganggu anggota keluarga yang telah tertidur. 

Dengan key travel 1,1 mm dan permukaan tombol sedikit cekung (0,1 mm), pengalaman mengetik jadi terasa presisi dan nyaman, bahkan saat harus menyusun proposal panjang atau naskah konten hingga larut malam. Penerangan backlit-nya bisa diatur dalam tiga tingkat kecerahan, dan sangat membantu ketika bekerja di ruangan minim cahaya. Dan satu hal yang saya sukai: ada tombol khusus Copilot, asisten AI berbasis Windows yang bisa langsung saya akses untuk merangkum, mencari inspirasi, atau mengolah draft konten. Satu ketukan, ide-ide jadi lebih cepat mengalir.

Back light keyboard
pencahayaan laptop terlihat dari depan

Lanjut ke touchpad. Ukurannya cukup besar: 15,3 x 9,9 cm, luas dan lega untuk laptop setipis ini. Touchpad yang lebih luas adalah favorit saya, dan jadi keunggulan tersendiri saat perlu melakukan navigasi cepat dalam desain grafis atau presentasi interaktif. Letaknya juga sangat pas: center to body, membentang dari tombol Alt kiri hingga tombol Copilot, membuat posisi tangan tetap natural saat digunakan. Touchpad ini tidak hanya besar, tapi juga nyaman disentuh. Permukaannya dilapisi Hydrophobic Coating dan Anti-fingerprint Coating, yang membuat gerakan jari terasa mulus, tidak licin, dan tidak meninggalkan bekas minyak sidik jari. Yang paling saya rasakan manfaatnya: fitur Depth Click 0,23 mm, yang secara teknis mengurangi kemungkinan klik tidak sengaja. Jadi saat sedang mengedit gambar atau memilih teks panjang, navigasi tetap akurat. 

Back light keyboard
pencahayaan keyboard dari sisi samping

Kombinasi keyboard yang responsif dan touchpad yang luas serta presisi membuat Zenbook S14 OLED ini serasa partner kerja sejati. Bagi saya yang kerap berpindah dari satu ruang komunitas ke café, atau dari ruang daring ke panggung acara, kenyamanan mengetik dan mengatur pointer ini bukan hal sepele.
◀🔅▶ 


Senyap, Aman dan Mengerti Ritme Pengguna

Kadang kami bekerja di kafe, ruang komunitas terbuka, ngumpul di perpustakaan, atau rapat daring. Dan di tengah semua kesibukan itu, ada satu hal yang kami butuhkan dari perangkat: hening sekaligus gesit.

Itulah kenapa ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) terasa seperti jawaban yang paham betul kebutuhan saya. Laptop ini dirancang dengan sistem pendingin yang bukan cuma efisien, tapi juga nyaris tanpa suara. Dua kipas IceBlade ultra-tipis yang bekerja diam-diam, ditambah vapor chamber yang ramping, memastikan suhu tetap terjaga bahkan saat kami membuka banyak aplikasi berat: dari desain visual hingga editing video teaser acara.


Dengan ventilasi grille geometris yang tersembunyi elegan di atas keyboard, aliran udara tetap lancar tanpa mengganggu suasana. Tingkat kebisingannya? Di bawah 25dB. Apalagi saya juga sering rapat online malam hari, yang kadang suara typing, lagi ngemil, atau kipas angin bisa terdengar dan mengganggu tim yang lagi serius. Jadi, ketika laptop bisa senyap dan aman, maka dampak gangguan suara jelas tertangani, karena selain mengerjakan tugasnya, laptop ini juga bisa menjaga kenyamanan kerja tim tetap utuh.

Tapi bukan cuma tenang sih yang saya butuhkan. Kegiatan ini juga melibatkan pengolahan data penulis, merevisi file naskah peserta, dokumen kerja tim, hingga korespondensi digital yang perlu dijaga keamanannya. Di sinilah ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) mampu memberikan perlindungan total untuk privasi.

Dengan teknologi Microsoft Pluton, data dilindungi dari akar. Bagaimana menyatukan keamanan perangkat keras dan perangkat lunak agar tidak ada celah bagi ancaman siber. Tambahan fitur Windows Hello yang memindai wajah dengan kamera IR AiSense, serta sistem Adaptive Lock yang otomatis mengunci layar saat penggunanya beranjak. Bahkan ada fitur Adaptive Dimming yang tahu kapan pengguna sedang tak menatap layar, dan otomatis meredupkannya.

Begitulah kalau laptop pintar, bisa sekalian menjaga ritme kerja dan melindungi jejak digital, bahkan ketika tidak sedang memikirkannya.

outdoor
Mudah dibawa karena mengerti ritme pengguna.
foto dan model: Katerina dari travelerien.com
◀🔅▶


Port Lengkap untuk Kolaborasi Cepat dan Konektivitas Masa Depan dengan Wi-Fi 7 dan Bluetooth® 5.4

Fleksibilitas koneksi sangat penting. Waktu adalah kemewahan, dan keruwetan teknis adalah hal yang paling tim tidak inginkan. Seperti saya bilang, kalau bawa perangkat jadul saya, pasti ruwet. Sementara ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) tidak perlu repot membawa converter tambahan, karena sudah dilengkapi port yang komplet: mulai dari USB 3.2 Gen 2 Type-A, dua Thunderbolt™ 4 untuk transfer data super cepat, pengisian daya, hingga sambungan ke layar tambahan. Juga ada HDMI 2.1 TMDS untuk proyektor dan audio jack yang tetap kami butuhkan saat gladi pertunjukan layar. Semua itu membuat transisi dari ruang rapat ke panggung utama jadi mulus.

port lengkap
(kiri)

port lengkap
(kanan)

Begitu juga, saat tim berpencar ke berbagai titik lokasi, koneksi stabil menjadi kunci. Dukungan Wi-Fi 7 (802.11be) dan Bluetooth® 5.4 membuat kolaborasi jarak jauh tetap lancar, sinkronisasi data cepat, dan komunikasi tetap hidup.

Kalau nanti harus ambung layar? Cepat. Tes audio? Langsung. Kirim data? Tidak perlu cari-cari colokan tambahan. Simpul kolaborasi yang membuat segalanya lebih cepat dan terhubung.
 ◀🔅▶


Penyimpanan Luas, Memori Kencang

Sebagai penulis juga kreator, saya sering berpindah-pindah dari menulis naskah panjang, membuka banyak tab riset, mengedit gambar, hingga merancang draft video pendek. Dan semua itu bisa terjadi bersamaan, dalam satu sesi kerja. Karena itulah, spesifikasi memori dan penyimpanan di sebuah laptop menjadi fondasi dari kelancaran seluruh proses kreatif.

 ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) dibekali RAM 32GB LPDDR5X, jenis memori yang super cepat dan efisien. Artinya, saya bisa membuka banyak aplikasi sekaligus, seperti Office, browser, aplikasi desain, dan software editing ringan tanpa khawatir laptop menjadi lambat atau hang. Di dunia nyata saja kalau ruang terasa luas dan lega, rasanya nyaman, begitu pun dalam dunia digital. Rasanya setiap ide bisa langsung dikerjakan begitu muncul.

Untuk urusan penyimpanan, laptop ini menyediakan 1TB SSD PCIe® 4.0 NVMe™, kapasitas yang sangat besar untuk ukuran perangkat tipis. Saya bisa menyimpan ribuan dokumen, ratusan gambar resolusi tinggi, file audio, bahkan video hasil dokumentasi kegiatan ParBuk, tanpa perlu memikirkan hard disk eksternal. Dan karena jenis penyimpanannya adalah SSD generasi terbaru, proses membuka file, menyalin data, atau booting sistem terasa jauh lebih cepat. Tidak ada waktu yang terbuang hanya karena menunggu loading.

Dengan kombinasi memori besar dan penyimpanan luas ini, ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) menjadi ruang kerja portabel yang sangat siap menghadapi dinamika dunia kreatif saya, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun saat tenggat sudah di depan mata. Operating System pada laptop ini menggunakan Windows 11 yang ringan dan intuitif juga mendukung kerja cepat saya.

◀🔅▶


Kamera 1080P FHD IR dan Microphone: Siap untuk Presentasi, Siaran dan Diskusi

dibekali kamera 1080P FHD IR sudah dibekali teknologi 3D Noise-reduction yang mampu menampilkan visual lebih jernih, bahkan dalam kondisi pencahayaan yang kurang ideal. Hasilnya jauh lebih tajam dibanding kamera laptop standar. Wajah bisa terlihat jelas, terang, dan profesional. Misalkan saat pitching ide ke penerbit, menjelaskan konsep visual ke tim, atau saat muncul di layar media sosial lewat siaran langsung.

Kamera ini juga mendukung fitur Windows Studio Effect seperti Automatic Framing, Eye Contact, dan Background Blur, yang memungkinkan penampilan tetap fokus dan profesional tanpa perlu perangkat tambahan. 

Zenbook S14 OLED
mudah untuk siaran, presentasi dan diskusi

Kamera ini juga terintegrasi dengan Windows Hello, memungkinkan login cepat dan aman hanya dengan tatapan wajah, tanpa perlu repot mengetikkan kata sandi. Selain visual yang impresif, kualitas audio dari dua mikrofon yang ditempatkan di sisi kanan dan kiri kamera pun patut diacungi jempol. Teknologi ASUS AI Noise-Cancellation sanggup meredam suara bising di sekitar, sehingga suara pengguna tetap terdengar jernih dalam video call atau pertemuan online. Kombinasi ini menjadikan ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) pilihan ideal bagi pengguna yang sering tampil dan berinteraksi di layar, baik untuk urusan profesional maupun kreatif.

◀🔅▶



Performa Laptop AI

Penasaran tidak, “Sehebat apa sih kemampuan grafis laptop ini buat kerjaan berat, seperti desain, game, atau bahkan program AI? Seberapa tangguh prosesornya?”

Nah, untuk mengetahuinya, digunakanlah alat uji seperti Benchmark.
Benchmark adalah tes yang digunakan untuk mengukur seberapa baik kinerja sebuah perangkat, dalam hal ini laptop. Cinebench dan 3DMark adalah jenis tes yang biasa dipakai untuk mengukur kekuatan prosesor (CPU) dan kemampuan grafis (GPU). Hasil dari tes-tes ini membantu pengguna awam seperti saya untuk mengetahui apakah laptop ini cukup cepat untuk tugas-tugas berat seperti editing video, desain grafis, atau main game ringan.

          3DMark Graphic Benchmark 

3DMark_Graphic_Benchmark

Tes 3DMark benchmark ini mirip seperti “ujian simulasi” yang memberi skor setelah laptop disuruh menjalankan berbagai tantangan visual. Semakin tinggi skornya, semakin tangguh laptop tersebut menghadapi tugas berat.


ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) ini diuji dalam tiga gaya pemakaian:

  • Mode Turbo: Ibarat lagi ngebut, tenaga maksimal, kipas lebih berisik, tapi performa luar biasa.
  • Mode Performance: Seimbang antara kecepatan dan kenyamanan, cocok buat kerja harian yang lumayan berat.
  • Mode Silent: Fokus ke ketenangan dan hemat baterai, ideal buat kerja ringan di tempat sunyi.

Dari hasilnya:
  • Mode Turbo unggul di hampir semua tes. Cocok kalau ingin edit video, main game berat, atau pakai program ilustrasi dan AI yang kompleks.
  • Mode Performance tidak jauh ketinggalan, tetap gesit tapi lebih adem.
  • Mode Silent skornya lebih rendah, tapi cukup untuk tugas ringan seperti browsing, nonton, atau kerja dokumen.


          Cinebench R15 Benchmark 

Cinebench R15


menunjukkan performa prosesor laptop ini diuji dalam tiga mode menggunakan Cinebench R15, yang mengukur kekuatan CPU dalam:

  • Cinebench R15 1T (satu core): Mengukur seberapa cepat satu inti prosesor bekerja (warna oranye).
  • Cinebench R15 nT (multi-core): Mengukur performa semua inti prosesor saat bekerja bersama-sama (warna biru).

Hasil:
  • Turbo ⚡: Cocok buat tugas berat seperti render 3D, ilustrasi detail, dan editing video. Performa tinggi, tapi kipas bisa lebih aktif.
  • Performance 🎯: Menariknya, skor nT-nya justru lebih tinggi dari Turbo. Artinya, stabil dan optimal buat kerja kreatif harian , ilustrasi budaya, desain karakter, atau eksplorasi visual.
  • Silent 😌: Meski tetap kuat di 1T, skor nT-nya lebih rendah. Ideal untuk tugas ringan seperti riset, ngetik, atau meeting online tanpa gangguan suara kipas.


          Cinebench R23 Benchmark

Benchmark Cinebench R23

Menunjukkan hasil pengujian performa CPU menggunakan software Cinebench R23, dalam tiga mode pemakaian laptop: Turbo, Performance, dan Silent. Tes ini terbagi dua:
  • 1T (Single Thread): Tes satu inti prosesor, penting untuk aplikasi ringan dan cepat.
  • nT (Multi Thread): Tes semua inti prosesor, penting untuk kerja berat dan multitasking.

Hasilnya:
  • Turbo Mode: Memberikan performa tertinggi, terutama di tes nT. Cocok banget buat saya atau teman-teman yang sedang rendering ilustrasi 3D, editing video kompleks, atau kerja kreatif berat.
  • Performance Mode: Skornya sangat kompetitif, selisih tipis dari Turbo di 1T dan sedikit lebih rendah di nT. Ideal untuk kerja kreatif harian yang konsisten dan tenang.
  • Silent Mode: Skor nT-nya paling rendah, walau 1T-nya tetap tinggi. Cocok untuk tugas ringan atau saat butuh suasana senyap,  seperti sketching santai, riset visual, atau meeting online.


          Benchmark Cinebench 2024 CPU

Cinebench 2024
Performa prosesor diperlihatkan dalam grafik Cinebench 2024, yakni tes yang mengukur kemampuan prosesor (CPU), ketika kita ngin tahu seberapa cepat otak laptop bekerja. Ini terbagi dalam dua hal:

Apa yang Diuji?
  • Cinebench 2024 1T (1 Thread / 1 core) = performa satu inti prosesor.
  • Cinebench 2024 nT (multi-core) = performa semua inti bekerja bersama.

Penjelasan Mudahnya :
  • Mode Turbo memberikan skor tertinggi di tes multi-core (600 poin), artinya semua inti CPU bekerja maksimal. Cocok untuk render, multitasking berat, atau AI processing.
  • Mode Performance memberikan skor multi-core sedikit lebih rendah, tapi tetap solid untuk kerja serius sambil menjaga suhu dan efisiensi.
  • Mode Silent menghasilkan performa paling rendah. Wajar, karena mode ini mengutamakan keheningan dan irit baterai, bukan kecepatan.

Catatan Tambahan :
Yang menarik, skor 1-core di semua mode nyaris sama (121–118). Artinya:
Untuk aktivitas ringan seperti browsing, ngetik, atau kerja kantor biasa, semua mode tetap terasa cepat.

 


           CrystalDiskMark 8 SSD Benchmark

Benchmark SSD
Grafik ini menunjukkan hasil uji kecepatan SSD (penyimpanan internal) pada ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) menggunakan CrystalDiskMark 8, salah satu alat paling umum untuk mengukur seberapa cepat SSD membaca dan menulis data.

Apa yang Diuji?
  • Read = seberapa cepat SSD membaca data (misalnya saat membuka file, aplikasi, atau sistem operasi).
  • Write = seberapa cepat SSD menulis data (misalnya saat menyimpan file atau menginstal aplikasi). 
Semakin tinggi angkanya (dalam MB/s), semakin cepat.

Kesimpulan Sederhana:
  • SSD laptop ini sangat cepat, terutama dalam membaca dan menulis file besar, cocok untuk kerja kreatif, edit video, atau transfer banyak data.
  • Kecepatan di atas 4000 MB/s (seperti pada SEQ1M Q8T1) berarti laptop ini sudah memakai SSD generasi terbaru (PCIe 4.0).
  • Bahkan untuk tugas kecil seperti buka dokumen atau aplikasi, performanya tetap kencang.

Cocok Untuk Siapa?
Buat saya atau teman-teman yang butuh respons cepat, anti-lemot saat kerja multitasking, atau sering pindah-pindah file besar, SSD ini bisa diandalkan.



     UL Procyon Computer Vision Benchmark 

UL Procyon Computer Vision
Gambar ini menunjukkan perbandingan kinerja tiga komponen utama dalam memproses tugas Computer Vision berdasarkan jenis data numerik (INT8, FP16, FP32).

Apa itu yang Diuji?

Tes ini mengukur seberapa cepat laptop memproses tugas-tugas AI visual, seperti:
  • mengenali gambar atau objek,
  • menafsirkan video,
  • dan tugas lain yang berhubungan dengan kecerdasan buatan (AI), khususnya computer vision.

Tes ini memakai tiga “otak” di dalam laptop:

  • NPU (Neural Processing Unit): Dirancang khusus untuk AI dan tugas visual berat
  • iGPU (Integrated Graphics): Kartu grafis bawaan dalam prosesor
  • CPU (Central Processing Unit): Otak utama komputer untuk tugas umum

Tipe Data NPU iGPU CPU Artinya untuk Pengguna
INT8 1666 1311 228 NPU bekerja paling optimal untuk AI ringan.
FP16 883 858 72 NPU & GPU sama kuat, CPU jauh lebih lambat.
FP32 310 75 GPU ambil alih saat NPU tidak digunakan.

Kesimpulan Singkat :
  • Laptop ini sudah punya NPU, jadi AI-nya jalan lebih cepat dan hemat daya.
  • Saat AI ringan (INT8), NPU sangat dominan, cocok untuk fitur seperti background blur otomatis, voice typing, atau pengenalan wajah.
  • Untuk tugas AI yang lebih berat (FP16 & FP32), GPU ikut bantu kerja, menunjukkan sistem laptop ini fleksibel.
  • CPU paling lemah untuk AI, tapi wajar karena bukan dirancang khusus untuk itu.

Cocok Buat Apa ?

Laptop ini siap digunakan untuk:
  • Aplikasi AI modern (Copilot, AI image enhancement, dll),
  • Video call dengan fitur canggih,
  • Editing yang memanfaatkan kecerdasan buatan.
>>>> Jadi, kalau ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) disebut sebagai Laptop AI, maka ini sudah tepat banget.


     Benchmark AI untuk Stable Diffusion 1.5 

UL Procyon AI Image
Ini menguji seberapa cepat laptop ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) dalam membuat gambar menggunakan teknologi AI generatif.

Apa yang Diuji?
Tes ini memakai model AI terkenal bernama Stable Diffusion 1.5. Model ini biasa digunakan untuk membuat gambar dari teks (text-to-image). Stable Diffusion merupakan teknologi AI yang bisa mengubah teks menjadi gambar secara otomatis.

Yang diuji:
  • INT8 = mode AI yang lebih ringan dan cepat (kurang presisi, tapi hasilnya tetap bagus).
  • FP16 = mode AI yang lebih berat dan presisi tinggi (tapi proses lebih lama).

Kesimpulan Sederhana :
  • ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) sudah siap untuk AI generatif, seperti bikin gambar dari teks.
  • Skor 2210 di INT8 menunjukkan NPU dan GPU di laptop ini bekerja sangat cepat saat bikin gambar pakai AI.
  • Meskipun FP16 lebih lambat, ini menunjukkan bahwa laptop tetap bisa menjalankan mode presisi tinggi, hanya saja butuh waktu lebih lama.

Artinya Buat Pengguna:
Mau bikin gambar AI langsung dari laptop? ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) ini bisa banget. Cocok buat desainer, content creator, bahkan pengguna biasa yang mulai eksplorasi dunia AI visual.


Jika digabungkan dengan hasil-hasil benchmark sebelumnya, maka:
Secara keseluruhan ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) bukan cuma tipis dan ringan, tapi juga kencang dan cerdas. Tes-tes benchmark menunjukkan laptop ini bisa diajak kerja cepat, entah itu buat buka file, multitasking, atau ngerjain tugas berat. Yang bikin makin menarik, laptop ini udah punya otak tambahan khusus buat AI (NPU Intel® AI Boost dengan Performa Hingga 47 TOPs), jadi fitur-fitur pintar kayak pengenalan gambar atau bikin gambar dari teks bisa jalan mulus langsung di laptop, tanpa harus nyambung ke internet. Buat yang ingin laptop modern yang cantik, dan juga siap diajak kerja kreatif dan kekinian, maka laptop ini layak dijadikan partner. Karena sudah tepat bila menyebut ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) merupakan salah satu laptop AI dengan performa NPU 45+ TOPS.
◀🔅▶



Daya Tahan Baterai: Teman Seharian, Indoor dan Outdoor

Sekarang hari-hari saya sering diisi full sibuk. Selesai dengan urusan keluarga dan rumah di pagi hari, langsung lanjut depan laptop, membuat naskah untuk dikirim, mengecek naskah penulis, atau lanjut sesi koordinasi, brainstorming, sosialisasi, atau kegiatan dokumentasi acara. Pernah pergi keluar kota, besoknya langsung kegiatan bedah buku. Malam masih harus menyusun revisi proposal. Dalam kondisi seperti ini, saya butuh laptop yang bisa dibawa ke mana-mana dan mengikuti ritme kerja saya, tanpa harus terus-terusan mencari colokan.
teman seharian
teman seharian, indoor-outdoor
foto dan model : Katerina (www.travelerien.com)


Seperti ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) yang hadir dengan daya tahan baterai yang luar biasa. Laptop ini ditenagai oleh Intel® Core™ Ultra 7 Processor 258V, yang dikenal sangat efisien dalam penggunaan daya, sekaligus tetap bertenaga untuk kebutuhan multitasking kreatif. Ditambah lagi, kapasitas baterainya sebesar 72Whrs, membuatnya bisa diandalkan dari pagi hingga malam.

Saya sempat membaca hasil pengujian resmi menggunakan software benchmark UL Procyon Battery Test dan hasilnya cukup meyakinkan. Laptop ini mampu bertahan lebih dari 18 jam saat dipakai bekerja (misalnya untuk mengetik, mengedit dokumen, atau browsing). Bahkan saat mode idle, dayanya bisa bertahan hingga 23 jam lebih. Ini berarti, saya bisa fokus menyelesaikan naskah atau menyunting video pendek untuk media sosial ParBuk tanpa perlu membawa charger ke mana-mana.

Dan karena bobot laptop ini juga tergolong ringan, saya bisa dengan mudah menyelipkannya ke tas dan langsung berangkat ke lokasi acara. Tidak repot, tidak berat, dan yang paling penting: tidak bikin waswas kehabisan baterai di tengah ide yang lagi mengalir.

Performa baterainya dapat dilihat pada grafik hasil uji menggunakan UL Procyon Battery Life Benchmark berikut:
UL Procyon Battery Life Benchmark
Grafik ini menampilkan hasil tes daya tahan baterai laptop ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) menggunakan UL Procyon Battery Life Benchmark, yang cukup ketat dan mendekati penggunaan nyata.

Pengaturan Saat Diuji
  • Silent Mode
  • Battery Saving aktif
  • WiFi nyala dan terhubung
  • Kecerahan layar 50%
Dengan pengaturan ini, kita bisa tahu seberapa hemat baterai laptop saat dipakai secara wajar sehari-hari.

Aktivitas Daya Tahan Baterai
Idle (diam saja) 23.25 jam
Loop Video 18.93 jam
Office Productivity 18.15 jam

Kesimpulan Singkat:
  • Baterai sangat awet, apalagi untuk laptop tipis.
  • Laptop bisa menyala tanpa aktivitas berat hingga lebih dari 23 jam. Cocok buat standby atau kerja ringan.
  • Dipakai kerja kantor seharian seperti ngetik, browsing, dan email, baterai bertahan sekitar 18 jam, artinya tidak perlu colok charger sama sekali.
  • Nonton video terus-menerus bisa bertahan hampir 19 jam, lebih dari cukup untuk maraton nonton seharian!
Cocok untuk Siapa?
Laptop ini cocok banget buat:
  • Mahasiswa, pekerja, atau pegiat kreatif yang sering kerja mobile.
  • Buat yang suka kerja di luar rumah/kafe dan malas bawa charger (kayak saya)
  • Atau yang butuh laptop tahan lama buat perjalanan jauh

Setelah melihat semua hasil tes ini, bisa dibilang ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) ini selain ringan, tipis dan stylish, juga kencang, pintar, dan tahan lama. Performa kencang, grafis lancar, AI Image bisa jalan cepat, dan yang bikin tenang: baterainya tahan sampai 18 jam lebih untuk kerja atau nonton. ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) merupakan salah satu laptop AI dengan performa NPU 45+ TOPS, jadi fitur-fitur AI bisa diproses langsung di laptop tanpa perlu koneksi cloud. Cocok banget buat saya saat bekerja mandiri atau dalam tim, atau teman-teman yang butuh laptop ringan sekaligus bisa diajak kerja cerdas seharian.
◀🔅▶


Saya dan Kebutuhan Laptop AI

Saya yang dulunya merasa populernya AI adalah ancaman. Saya tidak mau nanti malah diri dan otak saya yang punah (you know what I mean kan). Teman-teman penulis juga pernah mengungkapkan ini. Sampai kemudian saya membuka banyak diskusi dengan teman-teman dan pegiat dunia digital. Sampai kemudian saya ikut pelatihan AI, seperti yang baru-baru ini saya ikut: "AI Copilot: Asisten Cerdas untuk Kreativitas dan Produktivitas". Akhirnya sekarang saya lebih bisa berdamai menerima kehadirannya. Teknologi AI bukan untuk menggantikan manusia, melainkan untuk mempercepat kerja kreatif. Dalam persiapan ParBuk, banyak sekali kebutuhan mendadak yang harus ditangani dengan cepat. Misalnya saat mengawali saja, harus membuat promo tur, poster, slide demi slide presntasi, sampai nanti ada rencana membuat subtitle otomatis untuk video presentasi penulis, iklan kegiatan, merapikan narasi pembukaan, menyusun ulang visual layout dengan rasio layar besar. Beberapa pekerjaan khususnya pemrosesan video dan gambar menjadi sangat terbantu karena bisa dilakukan dengan cepat. Bagaimanapun literasi juga harus berkembang seiring zaman kan?
 
ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA)

Maka, mengintegrasikan AI dalam kerja komunitas bukan lagi kemewahan, tapi kebutuhan. ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) punya cara sendiri untuk ikut bantu mikir lewat teknologi AI yang terintegrasi langsung dalam perangkat. Ada tombol Copilot di keyboard yang memberi akses cepat ke asisten Windows AI. Tinggal klik, kita bisa meminta bantuannya untuk merangkum, menyusun ulang kalimat, bahkan memberi ide desain presentasi. Cocok banget saat otak saya mulai kehabisan tenaga tapi pekerjaan belum selesai.

Laptop ini juga punya desain system-on-chip (SoC) yang membuat motherboard jadi lebih ringkas hingga 27%. Artinya? Ruang pendinginan jadi lebih optimal, performa pun tetap stabil meski digunakan terus-menerus dalam suasana hectic.

Didukung RAM LPDDR5X hingga 32GB dan penyimpanan SSD PCIe 4.0, ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) bisa menjalankan berbagai aplikasi modern, dari desain grafis, pengolah data, hingga software video editing secara mulus. Apalagi dengan kehadiran NPU Intel® AI Boost yang menjamin semua fitur berbasis AI bekerja cepat dan efisien, bahkan tanpa tergantung koneksi internet.

Sebagai seseorang yang sehari-harinya bergelut dengan ide, naskah, visual, dan media sosial, akan sangat terbantu jika teknologi bisa ikut “berpikir” bersama saya. Nah, ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA), dengan teknologi AI-Powered Windows Copilot+, hadir dengan beragam fitur AI unggulan yang benar-benar terasa manfaatnya. Namun, sebelumnya, mari lihat beberapa fitur yang terdapat dalam Laptop AI ASUS.


1) Recall: Mesin Waktu Untuk Aktivitas Digital

Pernah tidak, lupa file penting disimpan di mana, atau dokumen apa yang sempat dibaca minggu lalu? Di laptop biasa, kita harus buka-buka folder satu per satu. Dengan adanya fitur Recall yang secara otomatis mencatat semua aktivitas kita dalam bentuk timeline visual.

Dengan begini bisa ketik saja kata kunci seperti "rundown Parade Buku" atau "desain poster", lalu Recall akan menampilkan snapshot tampilan layar ketika mengakses file itu. Seolah-olah laptop ini punya ingatan, dan kita tinggal “menyusuri ulang” apa saja yang pernah dikerjakan. Untuk saya yang sering multitugas, nulis naskah dan mengecek naskah penulis lain, edit konten, buka spreadsheet dan dokumen, terus lupa (ups) fitur ini benar-benar menyelamatkan waktu. 
◀▶

2) Live Captions dan Eye Contact Teleprompter: Penerjemah Otomatis Dan Fokus Pada Layar

Kadang saya harus menyimak video presentasi dari luar negeri atau wawancara narasumber yang menggunakan bahasa asing. Nah, Live Captions hadir sebagai juru bahasa instan.

Fitur ini bisa memberikan subtitle otomatis alias real-time, langsung dari suara yang terdengar di laptop, baik dari video, audio, atau webinar. Tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan. Cukup aktifkan Live Captions dari menu pengaturan aksesibilitas, dan semua akan muncul di layar dalam bentuk teks real-time. Sangat membantu saat saya menyusun transkrip wawancara atau memahami video referensi dari luar negeri untuk keperluan konten.

Salah satu tantangan terbesar saat Live atau merekam video monolog adalah mempertahankan kontak mata dengan kamera sambil membaca naskah. Biasanya, saya menempelkan catatan di layar kedua atau mencoba menghafal poin-poin penting. Hasilnya? Tetap terlihat lirikan mata.

Fitur Eye Contact Teleprompter dari ASUS Copilot+ PC ini menyelesaikan semua itu. Dengan menggunakan kecerdasan buatan untuk mengatur arah pandangan mata secara otomatis, sehingga tetap terlihat menatap kamera padahal sedang membaca naskah hehehe. Wajah tetap natural, ekspresi tidak kaku, dan yang paling penting, penonton merasa sedang benar-benar diajak bicara langsung.

Fitur ini bisa menjadi penyelamat saat merekam materi presentasi digital untuk calon sponsor, atau saat harus menyampaikan sambutan pembuka di ParBuk via video. Tidak perlu tim produksi yang lengkap kok, cukup laptop, naskah, dan Eye Contact Teleprompter yang bekerja di belakang layar.

ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA)
◀▶



3) Cocreator: Dari Coretan Ide Ke Karya Visual Siap Pakai

Ketika sedang merancang konsep visual untuk konten media sosial atau publikasi ParBuk, saya sering mulai dari sketsa atau ide mentah. Dengan fitur Cocreator, pengguna bisa menggambar kasar, misalnya bentuk panggung, layout booth, lalu AI akan membantu menyempurnakannya jadi versi lebih realistis dan estetik. Menarik dan cepat kan.

Caranya cukup buka aplikasi Paint yang sudah mendukung fitur Cocreator, lalu buat sketsa sederhana. Setelah itu, klik ikon Cocreator dan pilih gaya visual yang diinginkan (misalnya lebih “cartoon”, “realistic”, atau “flat design”). AI akan mengolahnya dan memberi beberapa versi hasil akhir. Ini membuat ide visual saya langsung bisa divisualisasikan dan dipresentasikan ke tim, tanpa perlu software desain profesional. Bakalan senang banget sih sama fitur ini.

ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA)
◀▶


4) Image Auto-Enhancement dan Generative Fill: Foto dan Gambar Langsung Ditingkatkan Kualitasnya

Salah satu pekerjaan saya adalah membuat konten dan poster, yang tentu saja butuh visual menarik. Sering kali foto yang dikirim dari teman-teman lapangan kurang terang, blur, atau warnanya kurang hidup. Atau saat mengerjakan desain pamflet atau konten visual dadakan, saya sering kepepet dengan stok foto yang kurang lengkap. Di sinilah Generative Fill beraksi: misalnya saya punya foto panggung ParBuk yang terpotong di pinggir, fitur ini bisa “menebak” dan mengisi bagian yang hilang secara natural, seolah-olah foto itu memang diambil utuh.

Dengan Image Auto-Enhancement, saya tinggal klik kanan pada gambar, lalu pilih opsi peningkatan otomatis. AI akan menyesuaikan cahaya, warna, ketajaman, bahkan menghilangkan noise secara instan. Tidak perlu buka Photoshop, tidak perlu belajar teknis koreksi warna. Cocok banget buat mempercepat proses unggah konten tanpa mengorbankan kualitas visual.

Selain itu, AI juga bisa memperbaiki area yang blur, menerangi bagian gelap, atau menghilangkan objek yang mengganggu. Bayangkan saya bisa menyulap foto biasa jadi materi promosi yang layak unggah, tanpa harus repot buka software editing kompleks. Nah, kira-kira begitu.
◀▶

5) AI Image Upscaler: Super Resolution

Masih mengenai gambar. Kadang saya hanya punya versi kecil dari logo partner, atau poster acara tahun lalu yang resolusinya rendah. Biasanya itu bikin hasil cetak jadi pecah atau blur. Tapi dengan Super Resolution, saya bisa menaikkan kualitas gambar secara instan. Fitur ini memperbesar gambar sekaligus mempertajamnya menggunakan AI, bukan sekadar “diperbesar”. Jadi, hasilnya tetap tajam dan tidak pecah, dan juga cocok untuk ditampilkan di layar besar atau dicetak dalam ukuran poster.
◀▶

6) AI Content Generation (ASUS AI Exclusive): MuseTree

Pernah stuck mencari angle untuk menulis takarir media sosial atau membuka tulisan proposal acara? Saya pun pernah. MuseTree ini semacam taman ide digital. Tinggal masukkan tema atau topik, dan AI akan menyuguhkan beberapa versi draft teks, ide visual, hingga struktur narasi.

Misalnya, saya tinggal ketik: “promosi acara literasi untuk usia remaja” dan MuseTree langsung menampilkan beberapa gaya penulisan, dari yang santai sampai formal. Cocok banget buat saya yang harus berpindah gaya tulisan tergantung platform dan segmen audiens.

(Fitur ini merupakan pada Laptop AI ASUS)

◀▶

7. AI Media Management (ASUS AI Exclusive): StoryCube

Dalam seminggu bisa ada banyak file foto dan video yang masuk dari tim panitia ParBuk. Ditambah file-file kerja pribadi saya. Mengatur semuanya satu per satu bisa bikin pusing. Untungnya, ada StoryCube yang membantu mengelompokkan file media berdasarkan wajah, lokasi, momen, hingga tema visual.

Story Cube

Misalkan begini. Saya bisa cari: “foto booth hari kedua ParBuk” atau “video outdoor sore”, dan StoryCube akan menampilkannya dalam tampilan yang rapi dan mudah ditelusuri. Seperti pustakawan digital untuk file media gitu deh.

Story Cube
◀▶

8. OMNI: Si Virtual Assistance

OMNI ini seperti versi personal dari Copilot, tapi terasa lebih “familiar”. OMNI belajar dari kebiasaan pengguna laptop: dokumen mana yang sering dibuka, file mana yang penting, atau jadwal rutin yang biasa diikuti.

Saat si pengguna butuh ringkasan berita literasi terkini, draft artikel untuk blog komunitas, atau ingin tahu laporan cuaca di lokasi venue ParBuk, saya tinggal tanya ke OMNI. Dan ‘dia’ juga bisa bantu mengingatkan deadline, membuat daftar tugas, atau menyusun agenda mingguan. Pokoknya serasa punya asisten pribadi. Fitur ini ada dalam Laptop AI ASUS. Sementara untuk ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA), asisten dapat ditemukan pada Copilot+ AI Features.
◀▶

9) Studio Effect: AI Computer Vision

Saya sering harus hadir di berbagai rapat online, termasuk sesi diskusi bersama rekan-rekan komunitas dan pihak luar. Nah, Studio Effect ini bisa membantu memperbaiki penampilan saya di kamera. Hehehe

Fitur AI Computer Vision-nya bisa secara otomatis menyesuaikan pencahayaan wajah, memperhalus tampilan, dan menjaga agar mata saya tetap fokus ke kamera, sekalipun saat menengok ke catatan atau layar kedua. Efek latar belakang pun bisa disesuaikan secara halus tanpa terlihat seperti efek tempelan. Saya bisa tampak lebih profesional di layar, meski di lokasi tampil seadanya, atau aslinya malah baru bangun tidur.
◀▶

10) Copilot in Windows 11: Asisten Pintar untuk Semua Kebutuhan Digital

Inilah “Akal Imitasi” yang disiapkan pada ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA). Dengan Copilot di Windows 11, pengguna seperti punya asisten pribadi 24 jam di dalam laptop. Ingin merangkum artikel panjang, membuat draft email, menjawab pertanyaan seputar jadwal, atau mencari referensi acara literasi, kiranya semua bisa dilakukan lewat jendela Copilot.

Tekan tombol Copilot di keyboard, lalu ketik kebutuhan. Misalnya:

“Tolong buatkan ringkasan dari artikel ini.”
“Apa tren literasi digital di Indonesia tahun 2025?”
“Berikan contoh postingan media sosial untuk promosi acara buku.”

Semua jawaban akan muncul dalam hitungan detik. Copilot terasa seperti partner kerja yang bisa membantu brainstorming, menyederhanakan pekerjaan administratif, dan mempercepat riset konten.

ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA)
komik ajakan menulis yang dibuat dengan AI Copilot


Dengan semua fitur AI canggih ini, wajar kalau kita berpikir: “Apakah laptopnya cepat panas atau baterainya boros?” Tapi faktanya, ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) terbukti tangguh. Dalam pengujian nyata menggunakan UL Procyon Battery Test (seperti dibahas sebelumnya) laptop ini mampu bertahan lebih dari 18 jam untuk aktivitas kerja seperti membuka aplikasi Office. Bahkan saat mode idle, baterainya bisa hidup lebih dari 23 jam. Buat saya yang sering berpindah tempat. Entah ke rumah komunitas, kedai kopi, atau spot outdoor, daya tahan ini benar-benar penting. Laptop tetap menyala, ide tetap jalan.

tombol copilot

◀▶

Kesimpulan:
Sebagai pengenalan, fitur-fitur di atas merupakan fitur unggulan yang terdapat dalam Laptop AI ASUS. Sekarang, mari kita lihat apa-apa saja fitur eksklusif pada laptop ASUS dengan performa 45+ TOPS:

A) ASUS AI Apps
OMNI – Virtual Assistant (tersedia pada lini ProArt)
ProArt Hub – Story Cube (tersedia pada lini Zenbook)
ProArt Hub – Muse Tree (tersedia pada lini ProArt)

B) Copilot+ AI Features (pada Zenbook):
Windows Studio Effects
Windows CoCreator (Paint)
Windows Snipping Tool

Fitur-fitur ini membuktikan bahwa ASUS memiliki pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pengguna modern, yaitu perangkat yang cepat, cerdas, dan efisien, dengan menghadirkan sejumlah fitur unggulannya. Melalui integrasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), ASUS berupaya menyajikan pengalaman komputasi yang lebih praktis, nyaman, serta tetap mendukung sisi kreatif penggunanya.

Dan perangkat yang mewujudkan visi tersebut adalah ASUS Zenbook S14 OLED yang telah dilengkapi Copilot+ AI Features seperti Windows Studio Effects, Windows CoCreator, dan Snipping Tool ini sudah sangat layak menjadi jawaban bagi siapa pun yang ingin melangkah ke era AI dengan ringan dan gesit. Yang terpenting, siap hadir menjawab tantangan.

◀▶



Merawat Produktivitas Harian, Menyumbang Kreativitas Bersama ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA)

Akhirnya, saya merasa cukup nyaman menyebut diri sebagai penulis secara lebih terbuka, tidak lagi hanya di lingkaran terbatas. Sebagai seseorang yang bekerja mandiri dan lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar, baik secara luring maupun daring, saya semakin memahami cerita teman-teman nomad (berpindah) dari satu tempat ke tempat lain demi menemukan ruang yang nyaman untuk menggagas ide, menulis naskah, atau merancang konten.

Kini, saya pun ikut terlibat lebih dalam secara kreatif dalam upaya menggaungkan literasi di kota sendiri. Sebagian rencana yang masih berupa konsep, tentu tidak bisa saya ceritakan di sini. Parade Buku adalah bentuk kecil dari mimpi besar tentang literasi yang lebih merata dan meriah. Mimpi yang membutuhkan alat untuk menjadi nyata. Saya percaya bahwa kolaborasi antara manusia dan teknologi, seperti yang ditawarkan oleh ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA), merupakan salah satu jembatan terbaik menuju realisasinya. Aktivitas yang dinamis dan penuh tantangan menuntut perangkat kerja yang tidak hanya kuat, tetapi juga cerdas dan fleksibel.

ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) menjawab kebutuhan itu dengan sangat relevan. Mulai dari desainnya yang ringan dan premium, performa kencang berbasis Intel® Core™ Ultra 7 Processor 258V, dukungan NPU Intel® AI Boost dengan performa hingga 47 TOPs, serta teknologi AI-Powered Windows Copilot+, yang turut menghadirkan fitur AI canggih unggulan. Ditambah lagi, daya tahan baterainya luar biasa. Dalam pengujian nyata menggunakan software benchmark UL Procyon Battery Test, laptop ini terbukti mampu bertahan lebih dari 18 jam untuk bekerja dengan aplikasi office, dan lebih dari 23 jam dalam mode idle.

Semua itu menyatu dalam satu perangkat yang terasa seperti partner kerja ideal bagi saya yang bergerak di dunia digital dan penuh kreativitas. Hadir sebagai asisten premium yang memahami ritme penggunanya. Siap mendukung saatsedang produktif, membantu dengan cepat saat ide harus dieksekusi, dan tetap setia menemani ketika pekerjaan harus diselesaikan di luar ruangan atau hingga begadang lagi dan lagi. Bekerja dan berkarya di era digital, terutama di ruang literasi dan komunitas, memang penuh tantangan. Setidaknya bersama ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) di sisi, setiap proses bisa dijalani dengan lebih percaya diri.

Oh, ya. Masih ada satu impian tahun ini yang belum saya sebutkan sedari tadi, yang semoga terealisasi. Yakni, bikin buku solo. Akhirnya, setelah ratusan purnama berantologi mulu kan ya. Saat ini, semua sedang sedang persiapan, nanti akan ada waktu diceritakan. Bismillah. Doakan.

Spesifikasi 

ASUS Zenbook S14 OLED




sumber data : ASUS
sumber foto produk: 
1. ASUS
2. Katerina (travelerien.com)
---------------------------


"Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog ASUS 45+ TOPS Advanced AI Laptop yang diadakan oleh Travelerien"






9 Comments

  1. Kalau ASUS sih emang udah percaya bisa ngedukung pelaku usaha, apalagi sekarang zaman AI

    ReplyDelete
  2. makasih ya kak tulisannya. kebetulan lagi cari laptop buat aku sama suami

    ReplyDelete
  3. Aku juga mupeng mbak sama laptopnya.
    tapi di kantong masih kurang banyak, huhuhu...
    Cakep, simple, ringan, tipis dan batre awet itu aja sebenernya udah cukup. Tapi keunggulan lainnya bikin laptop ini semakin diimpi2kan

    ReplyDelete
  4. Wah, tulisan ini highly resonate banget buat para pejuang deadline dengan agility maksimal!

    ASUS Zenbook S14 OLED ini beneran top-tier support system buat kita yang kerja hybrid—design-nya sleek, performa no cap dan AI-nya tuh bukan sekadar gimmick, tapi beneran empowering productivity !!!

    Thank you udah elaborate dengan detail yang so digestible yet insightful. bikin kita makin aware pentingnya tools yang compatible across roles. Fix, wishlist Q4 langsung nambah! (-___-)°

    ReplyDelete
  5. Awalnya aku pikir garis-garis yang ada di sisi depan tutup laptop itu adalah stiker. Tapi ternyata itu merupakan bagian dari body laptopnya ya. Baru kali ini aku lihat ASUS membuat design semenarik dengan warna yang begitu elegan. Keren lah ASUS pokoknya. Selalu kerap berinovasi mengikuti kemajuan teknologi dan kebutuhan zaman.

    ReplyDelete
  6. desain ramping, spek gahar ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) emang wajib dimiliki ya? Karena mempermudah banyak aktivitas.
    Beberapa bulan lalu, saya ikut demonya, jadi pingin banget punya
    saking tipisnya, laptop ini bisa masuk handbag
    tapi performanya luar biasa

    ReplyDelete
  7. Selamat mbak atas semua pencapaiannya di tahun 2025 yang belum berakhir ini hehe :D Semoga bisa menutup tahun dengan prestasi2 lainnya lagi yaa.
    Emang kalau jadi penulis kudu punya "senjata" berupa gadget yang mumpuni buat membantu produktivitas ya dan kyknya ASUS Zenbook S14 OLED nih oke banget :D
    Berteknologi AI pula dan udah diuji juga ya fitur2 pendukungnya, khususnya buat kecepatan2 operasional dan menghasilkan resultnya.
    Kalau tulisan mau dilengkapi gambar walau bisanya cuma coretan tapi dengan bantuan AI dari laptop bisa dijadikan gambar yang bagus buat ilustrasi tulisan ya.
    Mana desainnya juga compact sehingga mudah dibawa kalau mobilitas tinggi. keren sih ini laptopnya. Thanks ulasannya.

    ReplyDelete
  8. ASUS nih kayak ngerti banget kebutuhan kita sebagai konten kreator, khususnya blogger ya.

    Udah jamannya AI, mereka bikin laptop AI yang bikin pekerjaan kita makin efektif dan efisien...

    Mantap dah

    ReplyDelete
  9. Wah fitur yg lengkap dan canggih memudahkan pengguna agar lbh kreatif

    ReplyDelete

Hai, bila tidak memiliki link blog, bisa menggunakan link media sosial untuk berkomentar. Terima kasih.