Menghadirkan Semestamu dengan Laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED (T3300)



PRE.AM.BUL

    Laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED (T3300) sudah menggunakan sistem operasi terbaru yaitu Windows 11

    Izinkan saya menyampaikan kalimat di atas lebih dahulu, karena sepanjang tulisan ini saya akan menyinggung satu tokoh dalam series Marvel, dan yang ada dalam film Doctor Strange 2. Untuk kalian yang ingin tahu filmnya, sekarang sudah bisa ditonton tanpa pergi ke bioskop. Cukup depan laptop saja. Sehingga, tepatlah bila saya menyarankan laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED (T3300). Laptop dengan teknologi panel yang bikin gambar lebih hidup, lebih kontras, sehingga menonton lebih asyik. Laptop ini merupakan laptop detachable 2-in-1 yang dapat diubah menjadi tablet. Karena sudah dibekali Windows 11, laptop ini memungkinkan untuk bekerja mandiri dan membangun semestamu sendiri.

DALAM KESENDIRIANNYA MBAK WANDA

    Saya menunda beberapa empati dan hanya membiarkan sentimen jatuh ketika melihat Wanda eh Scarlet Witch menghancurkan Kamar-Taj, serta membinasakan apapun demi menggapai gadis muda bernama Chavez. Sesembak berkostum merah jantung ini sebegitu inginnya mengambil kekuatan orang lain, padahal kekuatannya saja tak terhingga. Karena dia menginginkan anak di semesta lain, akibat kehilangan anak yang memang tak dimiliki. Betapa alasan ini terlalu personal untuk mengobrak-abrik semesta orang lain. Bahkan bila dibandingkan alasan Thanos yang terkait dengan permasalahan penduduk dalam 5 tahun, alasan mbak Scarlet Witch bak kurang bijak, kurang telaah dan mendalam. Apa mbaknya ini nggak punya niatan mengadopsi anak-anak yatim di rukun tetangga atau rukun warga setempat saja begitu?

Tapi, kemudian …

Tarik-napas.

Saya melepas lagi nalar yang tadi saya simpan dengan pongah, dan segera membubuhkan empati pada mbak Wanda. Pasalnya, saya ini perempuan, sama kayak mbak Wanda Maximoff. Setelah kehilangan anak yang belum jadi anak (baca : keguguran), saya memilih menepi dari keanekaragaman bisikan manusia. Dalam kesendirian itu, saya mulai membentuk percikan-percikan imajinasi tentang anak, tentang keluarga, dan andai-andai palsu lainnya. Kehidupan andai-andai itu memang menyenangkan, lha wong saya yang buat. Seru tapi semu. Realita dengan cepat menyambar dan tidak memungkinkan saya terlarut dalam dunia (bahagia) buatan. Saya punya keluarga, pasangan, kerjaan, rasa malu dan akal. Wanda Maximoff tidak demikian. Dia tidak punya siapa-siapa, tidak keluarga, tidak sahabat. Hanya dia dan kekuatan besarnya. Apa pun yang dia mau, ya dia ‘hidupkan’, yang sebenarnya amat berbahaya bagi dirinya sendiri, bagi lingkungannya, dan negerinya. Err, nggak cuma bahaya bagi bangsa dan negara, tapi juga bagi alam semesta dan segala isinya.

sabar ya mbak, jangan marah-marah.


Kenapa kok bahas Wanda Maximoff? Udah paling Wanda apa?

Karena awalnya saya merasa biasa saja dengan tokoh ini. Tidak langsung kena di hati. Tetapi, betapa tidak menyenangkannya, setelah menonton, saya tidak mendapat apa-apa. Maka, saya mulai merangkum bagian-bagian yang membuat saya berkerut, mulai mencari jawabannya. Sehingga makin lama mempelajari tokoh ini semakin menarik.

Serta, mungkin karena sebagian diri saya pernah merasakan peristiwa kehilangan dan kesepian. Diceritakan tidak mungkin, tidak diceritakan alias cuma ditekan eh sakit. Maunya bagaimana pun tak tahu.

Nah, sampai sini saya ingin sekali bilang meski tokoh Wanda Maximoff adalah fiksi, tapi ini mengingatkan kita peran penting pendampingan pada mereka yang sedang mengalami duka yang mendalam. Sayangnya, ketika seorang Wanda Maximoff terluka, yang mendampingi adalah mbak Agatha yang ternyata (nggak boleh spoiler). Walhasil, ya gitu.


DON’T LEAVE ME

    Saya tidak ingin bilang, kita nggak boleh sendirian. Boleh-boleh saja kok. Saya saja suka. Ada rasa tenang dan nikmat. Bagi saya, kesendirian akan mempertajam aspek dalam diri, bisa saja insting, naluri, akal, emosi, atau fisik. Kesendirian itu mampu membentuk kekuatan baru, dengan sisi baik atau buruk.

    Kesendirian seperti yang dialami mbak Wanda itu menyedihkan. Momentumnya adalah kehilangan dan kurangnya penerimaan. Akibatnya muncul perasaan hampa, terluka dengan borok-boroknya, sendirian. Padahal, sejatinya kita tidak pernah benar-benar terluka sendirian. Hanya saja, kita tidak tahu luka-luka di luar sana. Alhasil, bikin nanah sendiri dalam jiwa.

Mmmmh.


    Saya pernah bilang sama partner, tolong jangan biarkan saya sendirian kalau lagi rapuh serapuh-rapuhnya, sampai tidak tahu mau apa-apa lagi. Partner saya mengiyakan. Tetapi, partner saya juga tidak bisa dampingi saya 24 jam lho. Sehingga suatu saat dia pernah bilang, “Nggak papa ya kalau sendirian. Kamu kan punya "teman", ada laptop.”

MENEMPA KEKUATAN DENGAN “TEMAN” ISTIMEWA BERNAMA LAPTOP ASUS VIVOBOOK 13 SLATE OLED (T3300)



    Benar juga sih.

    Pasangan saya benar. Selama ini, kalau lagi sendirian; lagi gabut, lagi mengerjakan urusan rumah, lagi butuh ide, lagi santai, maka saya mencari “teman” saya ini. Kalau tidak buku ya laptop. Makin lama lebih banyak menuju laptop. Karena ujung-ujungnya, saya membaca buku digital di laptop. Sampai belajar ngaji, mengikuti kajiann dan ceramah pun depan laptop.

    Saya tidak perlu menampik bahwa saya tetap butuh teman, tetapi harus mengiyakan bahwa saya butuh “teman” yang bisa menemani semesta saya di saat sendirian. Laptop yang saya maksud adalah laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED (T3300), laptop detachable pertama yang dikeluarkan oleh ASUS.

    Biar saya sampaikan ini lebih dahulu.

    Dalam hidup ini kita mungkin akan mengalami kehilangan terberat, yang biasanya dibarengi rasa kesepian. Dari sinilah, titik kekuatan itu umumnya hadir. Hal ini mengingatkan saya terinngat pada riset yang menunjukkan bahwa satu dari kekuatan perempuan terletak pada umurnya yang lebih panjang. Umur sih tidak yang tahu ya. Riset ini hanya ingin mengabarkan bahwa kebanyakan pasangan yang paling akhir bertahan adalah perempuan. Dan bagi saya, data semacam ini selayaknya bisa membawa saya untuk berdamai dengan makna ‘sendiri’. Sekali lagi, makna ‘sendiri’ ya, bukan kehilangan.

    Dari menyimak petualangan Wanda Maximoff hingga menjadi Scarlet Witch, saya mencoba menarik pesan bagaimana kekuatan bisa menyembul dalam diri. Tenang, kita tidak perlu berubah menjadi sebentuk witch kok.  Setiap dari diri kita bisa membangun kekuatan di saat kesendirian bak Wanda Maximoff. Kekuatannya tidak akan serupa, karena setiap diri itu berbeda.


Pertama, kenali dulu kekuatan-kekuatan tersembunyi di dalam diri. Cara mengenali kekuatan bisa dilihat dari beberapa aspek. Ilmu, tindakan, kepribadian dalam diri yang mana yang mendominasi? Hobi atau kesukaan yang ada namun jarang dilakukan? Keyakinan akan sesuatu, biasanya akan terucap “kayaknya aku bisa nih mengerjakan itu” atau sesuatu yang diri mampu tetapi lama tidak dilakukan hingga terlupakan? Dari sinilah kekuatan-kekuatan itu bisa kita gali. Jujur, saya pun tidak pernah tahu kalau ternyata saya bisa membuat banyak tulisan seperti sekarang ini. (Kirain cuma bisa baca-baca doang). Tidak terbayang pula bagi teman-teman saya yang hari ini menguasai bisnis kuliner. (Kirain cuma bisa makan doang di kantin sekolah).
"bisa juga ya bikin buku". Satu hal yang dulu tidak terbayang


Kedua, mengeluarkan kekuatan-kekuatan itu. Kalau tidak pernah dicoba bagaimana bisa kita menyebutnya sebagai kekuatan. Benih-benih yang baru bertunas saja harus dikenalkan dengan matahari, meski awalnya disimpan dalam gelap.

Ketiga, berlatih. Karena memang tidak ada hal yang ujug-ujug, alias tiba-tiba bisa. Dalam series WandaVision, kita menyaksikan bagaimana kisah ini awalnya disuguhkan berwarna monokrom, lalu kita dapati warna vintage, retro, hingga menjadi penuh warna. Kekuatan kita seperti itu, awalnya terasa hitam-putih, belum terang-gemerlap. Kita masih akan terpatah-patah saat melakukannya, dan itu normal. Nantinya adaptasi dan proses belajar kita berbeda-beda. Saya pribadi tipe otodidak, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk melihat proses berlatih dari masing-masing orang, demi berkembang lebih baik.
dibuat dengan pensil yang dibuat pada 2015, baru bisa dirapikan pada 2022, dan menjadi nominasi ilustrasi terbaik pada sebuah event akbar platform buku


Keempat, mempelajari cabang dan menghargai proses. Maksudnya begini, dalam menapaki keahlian seringkali kita dapati bukan hanya satu yang kita pelajari, tetapi ada hal-hal terkait lainnya. Misalnya, dalam semesta blogging. Nyatanya saya tidak hanya menulis, tetapi juga belajar desain grafis, belajar memahami medsos, memotret dan bikin video. Apakah para pemain bola hanya belajar menendang bola? Tentu tidak. Dalam mengasah kekuatan itu ada pula rasa lelah. Blog saya  pernah sepi, karena capek mengurusnya. Namun, semua itu proses. Dinikmati saja dulu.

Kelima, berhenti sejenak bukan selamanya. Pernah ketika masuk kembali ke sekolah setelah liburan panjang, tulisan (tangan) saya berubah kaku. Itulah akibatnya jika liburan panjang kemampuan tidak diasah sama sekali. Kita berhenti hanya karena kita lelah, butuh suplai energi, menggagas ide dan inspirasi. Karena berhenti dalam jangka waktu yang panjang mampu mematikan kekuatan. Mungkin inspirasi bisa diperoleh dari waktu bersantai di depan sebuah laptop.

Keenam, pahami baik dan buruk. Dalam menempa kekuatan, sering kita menyasar pada aspek target semata. Aspek baik dan buruk adakalanya diabaikan, berkat lintasan pola pikir ‘jika kita baik maka yang kita keluarkan baik’. Sayangnya, baik dan buruk bukan identitas diri, sehingga perlu tuk memahaminya. Misalnya, kekuatanmu ada di lisan, tetapi menyampaikan hoaks, cacian, bullying, itu buruk. Keburukan ini jika diteruskan maka bisa saja akan jadi bumerang untuk diri. Sedihnya, bukan hanya berbahaya bagi diri, tetapi bagi mereka yang kamu sayangi. Pastikan juga kekuatanmu tidak bersifat manipulatif. Kamu adalah pusat dari kekuatanmu sendiri. Kendalinya terletak dalam dirimu sendiri.


MENGHADIRKAN SEMESTA DENGAN LAPTOP ASUS VIVOBOOK 13 SLATE OLED (T3300)

ASUS Vivobook 13 Slate OLED
Sumber : ASUS

    
Pandemi menciptakan situasi yang buruk. Banyak yang harus memutar strategi demi kelangsungan hidup. Tak terkecuali perempuan. Saya menyaksikan beberapa kenalan yang ditinggal pasangannya di masa pandemi. Di masa suram dan kehilangan itu, mereka menempa kekuatan yang mereka miliki hingga mereka menjadi pribadi yang baru.

    Nah, untuk menghasilkan kekuatan besar dalam diri, tidak harus ada kehilangan terberat lebih dahulu. Kita bisa mewujudkan kekuatan kita sejak awal. 
   

Semesta yang Produktif dan Menghibur dengan Laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED (T3300)


    Walau banyak kata “sendiri”, tetapi sedari awal tulisan ini menyampaikan bahwa kesendirian tidak berarti tidak bisa melakukan apa-apa. Dua tahun #stayathome telah membawa kita pada corak hidup baru, kebiasaan-kebiasaan baru. Kita makin menyadari bahwa banyak aktivitas yang dapat dilakukan saat sendiri hanya dengan berteman laptop. Momen di mana kita telah membuat semesta kita sendiri :

    Apa saja yang menjadi gambaran umum di saat kita bisa membangun semesta kita sendiri saat bersama laptop? Dengan ASUS Vivobook 13 Slate OLED kita bisa berdaya di dua hal berikut :

PRODUKTIVITAS


Working
Keaktifan dalam bekerja kini tak melulu dinilai dari hadir dan berkumpul di kantor. Banyak pekerjaan yang dapat dilakukan dengan remote working. Selain itu bekerja mandiri makin mudah dicari. Menjadi content creator lewat media sosial, youtuber, podcaster, desainer grafis, bloger, penulis konten dan novel online, bisa dilakukan sendirian. Makin hari pun kita disuguhi lowongan pekerjaan untuk para pemburu cuan, di mana kerja santai, uang bisa menghampiri. Cukup duduk-duduk atau rebahan depan laptop.
produktif dengan channel youtube


Networking
Networking tidak hanya terkait dunia kerja. Membangun jaringan berguna untuk pertukaran ide, mencari informasi, atau mereka yang punya selera yang sama. Membangun jejaring online cocok bagi mereka yang ingin membangun komunitas tetapi kesulitan bertatap muka. Setiap manusia selalu punya kemampuan untuk menghimpun manusia lainnya. Hanya saja kemampuan itu akan berbeda-beda penerapannya. Bisa jadi kekuatannya bukan pada lisan, namun pada tulisan, bukan pada gerakan, namun pada teks. Membangun komunitas online juga bisa menjadi jembatan jarak, sehingga cakupannya dapat lebih luas. Orang-orang masuk dan membuat forum-forum diskusi tanpa harus banyak bicara. Semua itu dapat dikerjakan dengan memanfaatkan laptop.

Learning
Saya suka belajar bersama laptop. Baik online atau offline. Banyak program di laptop. Saya belajar editing video, grafis, membuat animasi, presentasi, mengolah data lewat laptop. Saya masih sangat nyaman belajar depan laptop. Lebih puas karena layarnya lebih lebar.

Tutor
Sampai sekarang saya masih senang memberikan materi basic accounting tuk siapa pun yang ingin belajar. Namun, pembelajaran yang bisa saya berikan saat ini hanya lewat layanan chatting, email atau diskusi online. Adakalanya saya memanfaatkan WA atau telegram desktop. Meski layanan ini ada pula di smartphone, tapi dari sisi keefektifan dan efisiensi, saya lebih nyaman dengan laptop. Rasanya puas bisa bolak-balik transfer file dan buka tab sana-sini.
tutorial membuat ilustrasi dengan canva yang dibagikan di youtube

berbagi ilmu 

HIBURAN

    Laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED memang layak membuat kita terhibur! 
    Berkat layar OLED nya, serasa hadir di depan mata. yang kini mengganti TV-nya, dan mencukupkan diri dengan gawai atau komputer.  Pandemi pun menciptakan gaya bersenang-senang baru : nonton streaming lebih sering! Alasan mengapa laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED menyenangkan dibuat nonton, karena layarnya bisa dilepas dan audionya serasa membuat kita masuk ke dalam tayangan. Saya jadi membayangkan, laptop ini cocok sekali bagi pecinta rebahan, karena bisa buat nonton sambil baring-baring. Oke, nanti saya akan bahas laptop laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED lebih lengkap. 


Selain menonton, hiburan lain yang bisa saya lakukan dengan laptop adalah membuat gambar atau membaca. Mendengarkan tilawah, yang suaranya bisa melebur dalam hati. Hal begini menjadi pelepasan bagi sekaligus edukasi. Mungkin ada yang suka menghibur diri dengan bermain game. Walau laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED bukan merupakan laptop gamer pro, tetapi pengguna masih bisa bermain game-game di tingkatan ringan hingga sedang. Seperti saya yang suka main tembak-tembakan balon, itu pun main game toh? Hehee.

   

FITUR DAN KEUNGGULAN LAPTOP ASUS VIVOBOOK 13 SLATE OLED (T3300)


ASUS VIVOBOOK 13 SLATE OLED by Lidha Maul

LAPTOP DETACHABLE PERTAMA DARI ASUS


    
Tak kenal maka kenalanlah, begitu kata pepatah zaman now. Di bagian ini kita akan mengenal lebih dekat Laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED (T3300) yang sedari awal sudah disinggung.

    Saya pikir wajar kalau ada yang belum mengenal Laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED (T3300). Produk ini dikenalkan secara global pada November 2021. Sedangkan di Indonesia, baru saja dikenalkan pada 29 Juni 2022 dalam event peluncuran bertajuk “New Era of Entertainment”. Satu hari sebelum tulisan ini terbit. Boleh dibilang, ASUS termasuk brand yang rajin merilis produk. Tidak heran jika ASUS menjadi brand notebook no. 1 di Indonesia, serta merek laptop no. 1 di APAC.

    ASUS selalu berusaha memahami konsumen dengan menyediakan laptop untuk berbagai lini kebutuhan. Mulai dari desain laptop clamshell, convertible, dan detachable. Sesuai namanya, desain clamshell merupakan laptop pada umumnya yang berarti bisa dibuka-tutup, layaknya engsel kulit kerang. Laptop convertible ditujukan untuk laptop yang bisa sekaligus berfungsi menjadi tablet, di mana engselnya bisa berputar. Sedangkan detachable, yang berarti dilepas, ditujukan untuk laptop di mana keyboard dan layarnya bisa jaga-jarak, eh. Salah satunya laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED (T3300) yang merupakan laptop detachable 13.3 inci pertama dari ASUS yang dilengkapi dengan layar OLED. Lini ASUS Vivobook hadir untuk kelas low end, mainstream, sampai high end. Sehingga memang cocok untuk dunia saya dan pengguna laptop pada umumnya.

LAPTOP 2-IN-1 MULTIFUNGSI UNTUK CREATOR
    

    Secara lengkap, laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED terdiri dari 3 bagian. Bodi utama dengan layarnya, keyboard, dan penyangga. Bodinya ringkas dan ringan. Bobot bodi utamanya 785 gram dengan ketebalan 7,9 mm. Secara keseluruhan beratnya 0,79 kg, dan tidak memakan banyak ruang bila ditaruh dalam tas. Warna laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED saat ini adalah hitam. Pada bagian keyboard ada penambahan lapisan doff. Sedangkan pada penyangga bagian belakang menggunkan polikarbonat yang kokoh.

    Sebagai laptop 2-in-1 multifungsi, keyboard ASUS Vivobook 13 Slate OLED bisa dilepas dan layarnya bisa difungsikan sebagai tablet, dengan pemanfaatan layar sentuh dan stylus. Sesuai namanya, SLATE, layarnya bisa digunakan untuk menulis, mendesain, menggambar. Laptop ini memang dirancang selaras dengan dunia creator saat ini. Setelah dilepas, layarnya dapat didirikan di meja baik secara horizontal atau vertikal dengan bantuan penyangga alias cover stand yang dilengkapi engsel 170° yang terletak di belakang.

ASUS OLED

    Your PC, Your OLED TV” 
    Demikian tagline laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED. Saya sepakat bahwa pandemi mengutak-atik kebiasaan kita. Teman saya bilang, semenjak pandemi dia bisa menghabiskan berjam-jam depan laptop nonton Netflix dan Youtube sendirian. Sementara saya, yang nggak ngepens-ngepens banget sama mbak Elizabeth Olsen, malah mantengin series WandaVision dan tertonton pula filmnya. Terus dipikirkan berhari-hari, dianalisis pula, sampai di mana saya bisa bilang “oh, ternyata gitu maksudnya.” Secara totalitas, tidak ada yang keliru dari menonton. Tergantung faktor yang menyertainya.

    Karena itulah, salah satu keunggulan laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED diarahkan pada layarnya, demi pengalaman luar biasa para pengguna yang sangat aktif di depan layar. ASUS Vivobook 13 Slate OLED didukung resolusi Full HD 1080p dan DOLBY Vision, dengan kecerahan puncak hingga 550 nits yang super terang dengan responsif 0,2 ms. Gamut warna 100% DCI-P3 yang terbaik di kelasnya. Berstandar sinema yang membuat gambar terasa lebih hidup. Dengan kedalaman warna hingga 1,07 miliar warna, jauh bila dibanding LCD laptop umumnya yang hanya mencapai 16,7 juta warna. Layarnya dilapisi Corning Gorilla Glass, pelindung layar berbahan kaca yang kuat dan diklaim tahan banting, sehingga tidak mudah retak. Rasio kekontrasan 1,000,000:1. Dukungan sertifikasi VESA Display HDR True Black 500 dan PANTONE Validated untuk jenis ASUS OLED Laptop.

LCD vs OLED (sumber : ASUS)


    Adanya perlindungan untuk mata. Ragam perangkat digital yang hadir di sekitar kita, tersaji setiap saat oleh kedua mata rupanya menghasilkan sinaran yang disebut blue light. Cahaya biru yang tergolong dalam high-energy visible light (HEV light) bisa membahayakan kesehatan. Dalam upaya menyamankan itu, ASUS OLED laptop memancarkan 70% cahaya biru yang lebih rendah. Pengurangan emisi cahaya biru ini telah disertifikasi TÜV Rheinland dan SGS.
sumber : ASUS



WINDOWS 11

    
Seperti yang saya sampaikan di awal, bahwa laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED (T3300) sudah menggunakan sistem operasi terbaru yaitu Windows 11. Ini merupakan versi upgrade dari Windows 10 yang diluncurkan Microsoft tahun lalu. Selain adanya perubahan desain dan sistem kerja, ada pula peningkatan dan penambahan fitur pada Windows 11. Satu di antara fitur itu adalah widget. Meskipun sebelumnya telah ada, namun kini penyematannya dapat dilihat pada taskbar. Adanya widget memudahkan para pembuat konten atau pekerja produktif memilih dan mengalokasikan foto, tinjauan cuaca, kalender, berita, pencarian, daftar tugas atau konferensi.

    Sistem operasi Windows 11 diklaim akan berubah tampilan antarmukanya pada laptop 2-in-1, jika pengguna laptop mencopot layar dan menjadikannya tablet.

AUDIO


  
Nuansa sinematik yang dihadirkan tidak berkesan tanpa audio yang sejalan. Untuk pengalaman sempurna, ASUS Vivobook 13 Slate OLED memberikan empat speaker wide-range DOLBY Atmos. Sistem audionya didukung smart amplifier yang diklaim aman dan bebas distorsi hingga pada batas maksimum.

ASUS AI NOISE - CANCELLING TECHNOLOGY


Masih berkaitan dengan audio. Saya tahu bahwa sebagian besar kita membutuhkan ruang yang nyaman dan kedap di saat belajar, konferensi, meeting online, atau membuat podcast. Tetapi, sebagian besar kita rupanya masih mendapati berisik-berisik yang mengganggu, bahkan saat sudah sendirian di rumah. Sedang asyik voice over, tiba-tiba tukang bakso dengan suara klonteng-klonteng berbunyi. Terasa tipis tapi masuk dalam rekaman. Sebagian tetangga menggosip di samping rumah, terdengar berbisik saja, namun masuk ke dalam presentesi audio yang sedang kita buat. Alasan ini membuat kita membutuhkan peredam bising, dan dengan cerdas, ASUS menerapkan teknologi AI ASUS Noise–Cancelling agar suara-suara yang tidak diinginkan tidak perlu terikut, sehingga suara lebih bersih, jelas, dan stabil. Kejernihan suara ini juga diperkuat, berkat adanya fitur ClearVoice Mic di aplikasi MyASUS yang dapat menyaring kebisingan sekitar, kecuali ucapan manusia.

ASUS Pen 2.0

    
Sebagai laptop 2-in-1 multifungsi, pemanfaatan layar memang bukan hanya untuk menonton. Ketika dilepas, maka fungsinya berubah menjadi tablet dengan layar sentuh, serta didukung stylus ASUS pen 2.0, yakni pena berteknologi Microsoft Protocol Pen (MPP) 2.0. Tingkat sensitivitas yang ditawarkan hingga 4096 tingkatan tekanan. Tingkat latensinya sangat rendah, sehingga bila membuat garisan bisa mengikuti alur tangan lebih cepat, dengan empat ujung pena yang dapat diubah : 2H, H, HB, B. Karena dibuat responsif, maka menggunakan ASUS pen 2.0 terasa seperti menggunakan pena sesungguhnya.


    Untuk menghubungkan stylus pen ke tablet, cukup aktifkan bluetooth. Pengisian daya dapat dilakukan 30 menit dengan power bank atau dihubungkan dengan laptop, dan setelah itu, taraa! Stylus pen dapat dipakai selama 140 jam.

BATERAI DAN KETAHANAN

    

Saya bisa membayangkan berjam-jam berhadapan dengan ASUS Vivobook 13 Slate OLED ini. Layarnya dipakai untuk menonton iya, bikin kerjaan iya, bikin konten iya, terus disentuh, diraba, diterawang, eh dipelototin, apa nggak bikin lelah daya tahannya?

    Berbekal baterai bertenaga 50Wh, laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED disebut laptop fast charge yang hemat daya dan tahan lama. Baterainya bisa terisi 60% hanya dalam waktu 39 menit melalui port USB-C, yang ada di panel. Rentang waktu ketahanannya bisa mencapai 9,5 jam.

PROSESOR


   
Laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED ditenagai Intel Pentium Silver N6000 quad-cores dengan kecepatan hingga 3.3 GHz. Serta Intel UHD Graphics untuk kebutuhan olah grafis. Prosesor ini menawarkan kemampuan konferensi video yang lebih baik, performa aplikasi dan grafis yang meningkat, konektivitas nirkabelnya pun lebih cepat, serta tidak memberatkan penggunaan baterai jangka panjang. Jadi, pas lah untuk kemampuan prima laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED. Adanya Intel Bridge Technology pada ASUS Vivobook 13 Slate OLED adalah upaya menjembatani pengguna menjalankan aplikasi Android apa pun di Windows 11 Home.

MEMORY DAN STORAGE

Storage ASUS Vivobook 13 Slate OLED berbasis PCIe SSD Gen 3.0x4 dengan ruang penyimpanan berkapasitas hingga 256GB serta RAM LPDDR4X, hingga kapasitas 8GB.

KEYBOARD DAN TOUCHPAD


Kamu lepaskan jadi tablet, kamu pasang jadi laptop. Apakah itu? Maaf, bukan tebakan, tidak perlu dijawab :D 
    Nah, karena berfungsi juga sebagai laptop, tidak paripurna jika tidak membahas keyboard pada ASUS Vivobook 13 Slate OLED. Keyboardnya memiliki jarak seukuran desktop, dengan jarak tombol yang agak jauh. Sehingga saat mengetik tidak terasa sesak. Touchpadnya dibuat 50% lebih luas dengan ukuran 128m x 64mm.

DUAL CAMERA

 

Tidak cukup hanya 1 kamera, ASUS Vivobook 13 Slate OLED memberikan dua kamera sekaligus. Kamera disematkan di depan (5 Mega Pixel) dan di belakang (13 Mega Pixel). Pengguna dapat memanfaatkan kamera untuk monitoring hingga memotret diri atau memotret untuk resolusi yang lebih cerah.

WI-FI 6 & BLUETOOTH


    
Mencari inspirasi, menghibur diri, transfer data, streaming, membuat kita tidak bisa jauh dari layanan internet. Untuk itu ASUS Vivobook 13 Slate OLED memberikan ASUS WiFi Master untuk koneksi yang jauh lebih stabil. Dibekali WiFi 6 802.11ax membuat akses internet lebih lancar, hingga 3X lebih cepat dari WiFI 5. ASUS Vivobook 13 Slate OLED dibekali pula koneksi bluetooth 5.2 untuk menghubungkan perangkat yang jauh-jauhan agar tetap langgeng.


FINGERPRINT


    
ASUS Vivobook 13 Slate OLED menyediakan fitur fingerprint sensor untuk tingkat keamanan yang lebih solid. Letaknya pada tombol daya Vivobook 13 Slate OLED. Akses ini dapat memberikan batasan bagi pengguna yang butuh privasi. 

PORT

   
Port pada ASUS Vivobook 13 Slate OLED memang tidak banyak, tetapi mumpuni untuk kebutuhan. Disediakan dua port USB 3.2 Gen 2 Type-C untuk mendukung display/pengiriman. Satu port combo audio jack 3.5mm, dan sebuah port micro SD card reader.

    Selain fitur-fitur di atas, ASUS Vivobook 13 Slate OLED juga menyertakan aplikasi MyASUS yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan kinerja laptop dan memaksimalkan ASUS Vivobook 13 Slate OLED.


    Selain itu, saya tertarik dengan ASUS Vivobook 13 Slate OLED edisi khusus “Philip Colbert dan Steven Harrington”. Keduanya adalah seniman yang karyanya berkolaborasi dengan ASUS Vivobook 13 Slate OLED. Hal itu dengan cepat membuat saya tergoda untuk membuat karya. Sebagai penikmat ilustrasi, dan pembelajar dalam dunia seni gambar, keberadaan ASUS Vivobook 13 Slate OLED memang bisa menjadi stimulus untuk berkarya. Bagaimana ketika saya menggambar di atas kertas biasa, lalu diolah menjadi bentuk digital, ternyata memakan waktu yang lumayan panjang, yang akhirnya menghipnotis untuk mengabaikan ide-ide yang lain. Namun, sepertinya ini edisi “Philip Colbert dan Steven Harrington” merupakan edisi khusus yang terbatas.
ilustrasi terakhir




Mengapa laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED?

    Laptop yang saya butuhkan adalah laptop yang sesuai dengan siapa diri saya. Saya bukan gamer, kecuali kalau main ular-ularan, puzzle, tebak gambar, bisa dinobatkan sebagai gamer. Saya berbisinis tetapi untuk kalangan menengah dan umum, saya mendesain hanya belum menghasilkan ratusan karya dalam sebulannya. Mungkin nanti. Tetapi, untuk menggarisbawahi, bahwa inilah semesta yang saya punya, sehingga laptop yang saya butuhkan selayaknya yang dapat benar-benar saya fungsikan. Dalam hal ini, laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED masuk sebagai kategori laptop yang sesuai semesta yang saya punya.

SELAMAT  DATANG

Kamu boleh menyebut kekuatan itu potensi, bakat, keahlian. Selamat menghadirkan semestamu sendiri dengan kekuatan-kekuatan yang kamu lahirkan. Selamat datang di semestamu. Kamu adalah tokoh utama dalam kehidupanmu sendiri.
 


*The End* 













2 comments:

  1. wah ASUS sdh teruji ya , makasih sharingnya

    ReplyDelete
  2. Cocok nih buat bikin ala ala studygram gitu. Jadi bisa buat nyatet tapi pake tulisan tangan gitu ya. Bentuknya stylish banget jadi mupeng

    ReplyDelete

Hai, bila tidak memiliki link blog, bisa menggunakan link media sosial untuk berkomentar. Terima kasih.