SORE SANTAI SEMBARI MENIKMATI EMPEK-EMPEK PINKYTA DI KAMPUNG TIMUR

empek-empek pinkyta

Kalau diingat-ingat lagi sekarang, ternyata saya sering juga lewat Kampung Timur. Ini kebiasaan pas jalan-jalan nggak perhatian sama nama jalan, maunya tahu-tahu sampai tujuan. Kampung Timur adalah nama jalan di Balikpapan. Kawasan ini makin lama, makin ramai dengan kulinerannya. Ruaaamai. Saya pakai ‘ruamai’ saking ramainya kuliner pinggir jalannya, makin lama kulineran di Kampung Timur ini makin seru. Mau menikmati apa aja ada! 

Sore itu saya dan si bocah, Neng Mut, mampir di Kampung Timur. Sambil menunggu jemputan, kami mampir ke sebuah toko mainan, namanya Toko Semarang. Tepat di teras toko mainan itu, terdapat dua outlet makanan. Salah satunya outlet Empek-Empek Pinkyta, begitulah nama yang tertera. Kami mau mencoba pempek ini. Saat itu ada kakak-kakak cantik yang lagi makan, jadi saya dan Neng Mut memutuskan untuk lihat-lihat mainan dulu, sambil menunggu antrian. 

Karena namanya PINKYTA, booth outlet-nya jelas pink-pink gitu warnanya, tapi saya penasaran apa pempeknya juga pink? Hehehe.
empek-empek pinkyta

Tak lama pempek kami selesai digoreng. Si Neng dapat yang anti pedas, alias tidak bercuko. Sementara saya penggemar cuko berat, kalau perlu semangkuk cukonya full gitu. Yaela. Oya, sebenarnya saya penggemar pempek non-digoreng, karena udah pengen banget mengurangi gorengan. Tapi, kayaknya bakalan aneh bilang :”pempeknya jangan digoreng ya” ke penjualnya, jadi mari kita nikmati pempek sesuai protokol penyajiannya yang umum. 

Pempek Lembut dan Empuk 

Zuper Enak – Zuper Lembut – Zuper Empuk. Begitulah tagline dari Empek-Empek Pinkyta. Setelah selesai digoreng, saya dan Neng Mut bersiap menyantap pempek ini. Ada yang terjadi di kepala saya setiap mau makan pempek, yakni mulai bertanya-tanya apakah pempeknya empuk? dan ikannya cukup terasa ? 
empek-empek pinkyta

Kemudian terjadilah gigitan perdana, mmhh... langsung terasa lembutnya.
Saya suka!
Soal rasa ikannya memang nggak “boom” wow di lidah, tapi tetap terindera kok ada rasa ikannya, dan yang saya suka lagi rasa ikan ini nggak getir alias bukan rasa ikan yang sudah nggak segar.
empek-empek pinkyta

Untuk cukonya, saya agak susah nilainya. Jadi, kayak ada rasa bawang putih atau bahan dasar seafoodnya gitu yang berasa di lidah? Cukonya cukup cair, cocok buat penggemar kuah-kuahan (kayak saya). Iya, saya suka pakai cuko yang banyak. 
Si bocah pun habis makan pempeknya. Saya pikir karena empuk, dan lembut makanya dia bisa ngabisin dan suka. Soalnya kalau pempeknya alot, ni anak nyerah makannya.

Buka Mulai Pukul 3 Sore

Outlet Empek-Empek Pinkyta buka mulai pukul 15.00 WITA sampai pukul 8 malam. Sewaktu kami ke sana sudah berlalu Ashar, kira-kira sudah lewat pukul 4 sore dan terlihat lumayan banyak peminatnya.
empek-empek pinkyta


10 K 

Jenis pempeknya cukup variatif kok. Ada pempek adaan seporsinya 10 ribu, kapal selam keju 13 ribu, dan kapal selam kepiting 15 ribu, dan ikan filler crispy seporsinya juga 10 ribu. Semua ini selama stoknya masih ada ya. 

Bisa Beli Kemasan

Seperti saya sebut sebelumnya, saya tu suka pempek tanpa digoreng. Tapi, karena takut dibilang menyalahi protokol penyajian yang sudah umum :D jadilah tetap minta digoreng. Terus solusi makan pempek sesuai selera gimana? Ya cukup beli versi frozennya aja, ntar diolah sendiri di rumah. Syukurnya nih, di outlet Empek-empek Pinkyta menyediakan stok pempek frozen, mulai dari ½ kg sampai 1 kg. Saya beli pempek adaan yang ½ kg, harganya 35 ribu. Enak banget, bisa bawa pulang, bikin sesuai selera. 
empek-empek pinkyta

Untuk jenis pempek frozen ini ada adaan, kapal selam, kapal selam keju dan kepiting. Saya penasaran ama pempek kapal selam keju, tapi sayangnya stoknya lagi kosong.

Berkah Empek-Empek Pinkyta

Makan pempek bawa berkah? Benar banget. Belum makan pun bisa bawa berkah, hehehe. Caranya gimana ? Cukup follow akun Instagramnya @empekpinkyta yang sering banget mengadakan quiz dan giveaway. Hadiahnya bisa makan gratis di outlet Empek-empek Pinkyta. Siapa aja boleh ikutan kok, yang penting kalau dapat siap-siap datang ke outlet Empek-Empek Pinkyta di kawasan Kampung Timur, Balikpapan. 

Setelah dari Empek-Empek Pinkyta, waktu pun mendekati penghujung senja. Syukurlah jemputan kami tiba sebelum magrib menjelang. Mampir juga di youtube bawah ini, untuk melihat cerita Empek-Empek Pinkyta :)
Nah, sampai jumpa di cerita kuliner lainnya. 

^__^

2 komentar:

  1. Ya ampuuuuuun, kalo aku disuruh milih makanan terenak itu apaan, aku ga bakal pilih rendang ato sate ati nasi goreng. Tapi pempek :D. Mau pempek pake kuah cuko ato kayak pempek Bangka yg pake kuah merah, semuaaaaa aku sukaaa :D..

    Kdg sampe iri Ama org bangka dan Palembang yg bisa makan pempek tiap hari :D. Di JKT sih banyak resto pempek enak, tp jelas hrgnya jauh LBH mahal drpd hrg pempek di Palembang. Dulu aku 4 HR ke sana, ga puas mba kuliner pempeknya, hrs LBH lama :D

    BalasHapus
  2. jadi ngiler sudah lama gak makan empek2

    BalasHapus

Hai, bila tidak memiliki link blog, bisa menggunakan link media sosial untuk berkomentar. Terima kasih.