PERAN IBU DAN AKTIVITAS LANCAR BERKAT SMARTPHONE GAMING ZENFONE MAX M2


Emak Bermain Game

“Bukan hanya kucing yang memiliki lebih dari satu nyawa.
Gamer juga bisa.”

Sebuah Pengakuan: Saya Sama Seperti Orangtua Lain
Beberapa tahun sebelum aktif menulis di platform blog, saya sama sekali tidak punya wacana tentang kesuksesan seorang gamer. Saya melihat seorang gamer hanyalah sebagai sosok yang menghabiskan waktunya berjam-jam di depan layar dan tidak banyak yang bisa dibanggakan di masyarakat. Gaming adalah bentuk kebosanan seseorang yang lantas berubah menjadi petualangan mengasyikkan ketika memasuki dunia baru. Tentu saja, saya tidak lantas merutuki gaya hidup gamer, karena saya pun senang bermain game, meski hanya berupa game-game ringan, seperti hmm... angry birds.

Singkatnya, saya paham mengapa seseorang senang bermain game. Tapi, sulit bagi saya berpikir mau dibawa kemana kesenangan yang sifatnya sementara tersebut pada akhirnya. Karena hidup bukan hanya untuk bermain-main bukan?

Lama-kelamaan pola pikir seperti dulu mengalami pergeseran.
Seseorang yang menemukan keasyikan gaming adakalanya memang diawali dari rasa bosan dengan dunia (nyata) nya, mencari kesenangan lalu hidup nyaman dengan dunia game. Tapi, ternyata kata bosan ini punya cakupan yang tidak sederhana. Ada sebuah kisah dari seorang yang cacat, ia mengalami bully di dunia nyata, membuatnya tidak berharga. Lalu ia masuk dalam dunia game, bukan hanya untuk pelampiasan, tapi lama kelamaan ia justru menemukan sisi manusianya kembali.

Ada pula kisah lain, tentang seorang lelaki yang dengan keyakinan kuat mendaftarkan diri untuk ikut berperang (dalam arti sebenarnya) karena sebelumnya ia telah ‘berlatih’ perang di dunia gaming. Meski, pada akhirnya lelaki ini segera pulang dari kancah peperangan dan mengakui betapa keras medan yang ia pilih dari game yang ia mainkan. Tapi, ada kesimpulan yang bisa saya petik. Jangan meremehkan gaming, karena game memang bisa membawa seseorang pada titik perubahan. Game sangat potensial untuk mengubah karakter seseorang.

Jangan Melaknat, Mari Mendekat
Saya pernah disuguhi sebuah pertanyaan : “mengapa Malin Kundang menjadi batu?” Jika pertanyaan ini dijawab, karena ia anak durhaka, maka jawaban ini tidak cukup tepat. Malin Kundang menjadi batu, karena Ibunya mengutuknya menjadi batu. Jika ibunya mengutuknya menjadi onde-onde, mungkin ia akan lebih enak digigit, atau jika ia dikutuk jadi botol plastik, mungkin akan ada yang ingin mendaur ulang. Jika...
 Cukup, jangan dilanjutkan imajinasi ini.

Konon, dalam kisah selanjutnya, disebutkan Ibu Malin Kundang menyesal atas apa yang ia lakukan, seandainya sebuah batu bisa dikutuk kembali menjadi anaknya, maka kisah ini tak akan menjadi kisah sedih pada akhirnya.  Sayang, seperti kata pepatah ‘nasi sudah menjadi bubur’ dan pas pula buburnya tidak bisa diolah apa pun lagi.

“Karena Laknat Emak Begitu Nyata, Cobalah Pendekatan Lebih Dulu.”

Lepas dari fakta sepenggal kisah masyhur di atas, saya sering memikirkan akibatnya.
Saya hidup di era disrupsi. Era yang tak dapat disangkal adanya konflik dan pertentangan. Era digital telah membawa kita turut merasakan pertentangan ini. Antara manusia zaman old dengan zaman now. Antara anak muda milenial dengan orangtua era kolonial. Eh.
Situasi ini juga nyata dalam hal gaming.
Apalagi game.

Kalau saya masih bisa menyebut diri beruntung tidak menyumpahi kehidupan para gamers. Nyatanya orang lain tidak begitu.
Tengok saja di sekitar kita, ada orangtua yang ketika mendapati anaknya bermain game, ingin segera menarik telinga anaknya dan memakinya hingga tuntas kesal  di dada. Ditambah dengan sumpah-serapah. Seakan bermain game sudah pasti terjebak dalam lubang hitam.

Game memang punya sisi negatif, tapi pastinya juga punya sisi positif. Ada manfaat-manfaat yang (mungkin) tanpa disadari muncul, misalnya :
+Menjadi lebih tangkas
+Lebih sabar
+Memacu Kecerdasan
+Menghilangkan stress
+Latihan berorganisasi dan kerjasama
+Berpikir kreatif
+Menimbulkan efek kesenangan
+Menambah pertemanan dan interaksi digital
+Kalau pun ada musibah: kecelakaan, luka, tabrakan, itu hanya terjadi di dunia game.
+Belajar kehidupan orang lain dari dunia game.
+Belajar bahasa asing.

Ketika bisa melihat sisi positif game, cara menyikapi  pun berbeda. Tapi, untuk melihat sisi positif ini pun harus ada pendekatannya, karena menurut saya sukar bila kita tidak pernah bersentuhan dengan dunia game sama sekali, lalu bisa memahami dan menerimanya dengan serta merta.

Ada salah satu cara pendekatan, yaitu mencoba bermain game sesekali.

ASUS ZENFONE MAX M2, Tetap Pro Untuk Gaming Tanpa Menguras Kantong
Smartphone Gaming ASUS Zenfone Max M2 yang murah dan gahar
ASUS Zenfone Max M2

Emak-emak bermain game?
Apa manfaatnya?
Tulisan ini memang dibuat agar para emak atau orangtua mana pun tidak bersumbu pendek atau merasa gemas lalu putus asa ketika melihat generasi zaman now masuk ke dunia game. Termasuk gemez dengan anak sendiri.
Dan biasanya juga pada pasangan.

Emak bisa terlibat dialog dengan generasi gamer. Toh, sekarang game sudah masuk dalam e-sport menjadi bagian dari cabang olahraga.
Mau tidak mau wacana kita berubah. Buat pendekatan, diskusikan tujuan dan manfaatnya. Beri edukasi, jaga kesehatan dan proporsi waktu yang seimbang kepada orang tersayang.

Jenis-jenis game online-game mobile memang sangat banyak. Ada yang mengklasifikasikannya menjadi berbagai macam genre. 
Untuk mencoba bermain game, bisa menggunakan smartphone yang mumpuni. Memang, ada resiko ketika memainkan game, misal HP cepat panas dan mudah hang. Tapi,  kalau harus menggunakan smartphone yang harus menguras isi kantong pun jauh lebih beresiko bukan, hehehe.

Adalah ASUS Zenfone Max M2, gawai yang nyaman dipakai nge-game tanpa menguras isi kantong. Saya sudah cek harganya dan memang masih ramah di kantong, dibanding HP Gaming lainnya. ASUS Zenfone Max M2 menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 632, upgrade dari Qualcomm Snapdragon 625 yang terkenal punya performa tinggi tetapi hemat daya dan tidak panas. Baterai yang diselipkan dalam ASUS Zenfone Max M2 adalah baterai berdaya 4.000mAh, dengan layar 19:9 beresolusi HD dengan sistem Android 8.0 Oreo yang ringan untuk dipakai bermain game.

Qualcomm Snapdragon

Selain itu, ada beberapa kriteria lain untuk bermain mobile game pada umumnya, yang  mesti diperhatikan. Apakah ASUS Zenfone Max M2, gawai yang tepat untuk gaming?
Saya coba buat daftarnya  ya :
1. RAM minimal 3GB
Untuk menjalankan game secara lancar, kapasitas RAM yang lapang sangat penting diperhatikan. ASUS Zenfone Max M2 memiliki memori RAM berjenis LPPDR 3GB dan 4GB, yang untuk aktivitas ngegame sambil membuka aplikasi lain secara barengan.

2. Memori dengan Kapasitas Besar.
Karena aplikasi game biasanya berat, jadi kalau kapasitasnya tidak mumpuni, belum apa-apa sudah wassalam. ASUS Zenfone Max M2 untuk storage tersedia 32GB dan 64GB dengan, penyimpanan microSD s/d 2TB.

3. Layar Untuk Performa yang Mantap
Apa enaknya mobile game yang visualnya kabur, pecah. Untuk menontonnya saja bisa sakit mata, bagaimana memainkannya? ASUS Zenfone Max M2 dengan layar besar 6,3 inch HD+ 1520 x 720 pixel cukup menjanjikan kepuasan mata. Dengan dimensi 158mm x 76mm x 7,7mm yang lebar sesuai kebutuhan gaming.
 Emak Bermain Game
4. Chipset yang Berkelas
Qualcomm adalah chipset berkelas yang terkenal di jajaran smartphone. ASUS Zenfone Max M2 dengan Qualcomm Snapdragon 632 memberikan kenyamanan saat bermain game dengan kondisi smartphone tetap stabil dan hemat daya.

5. Baterai yang Gahar.
Poin utama yang ditempatkan di akhir. Baterai dengan ketahanan 3.000mAh disebut sudah cocok untuk gaming. Namun, baterai ASUS Zenfone Max M2 lebih dari itu, yakni 4.000mAh, dengan kemampuan charging yang cepat.
Walau pun dalam gaming, kita akan memiliki lebih dari satu nyawa. Tapi, siapa juga yang mau “mati” terburu-buru karena baterai mudah K.O.

Untuk lebih jelas tentang spek ASUS Zenfone Max M2 bisa dilihat pada Tabel Spesifikasi di bawah ini:
Tabel Spek Zenfone Max M2

“Hidup sebagai gamer, hidup untuk memperjuangkan hidup.
Karena nyawa sangat berharga baginya”

Saya, dan Segudang Aktivitas Lancar Berkat Mobile Gaming
ASUS Zenfone Max M2 adalah smartphone Android dengan prosesor terbaru Qualcomm Snapdragon 632series 600 memang diklaim untuk smartphone kelas menengah ke atas.
Dengan prosesor Qualcomm Snapdragon akan memungkinkan konektifitas yang lebih cepat dan stabil, grafik yang memukau, serta pemrosesan dan multitasking yang handal dan efisien. (sumber : artikel techno)
Untuk grafis ASUS Zenfone Max M2, Qualcomm Snapdragon menggunakan GPU alias Graphic Processing Unit Adreno 506, dengan demikian bermain mobile gaming 3D terasa lancar, kencang, dan mampu multitasking.

Apakah Emak-Emak Perlu Mobile Gaming?
Saya jawab perlu. Saya bukan gamer, apalagi hardcore, saya bermain game kadang-kadang, tapi saya juga tidak bermain game untuk membunuh rasa bosan. Gaming bagi saya berguna untuk memahami kehidupan lain, terutama karena saya berperan sebagai orangtua seperti dalam kasus di atas.
Bermain game berguna bagi saya untuk mencari ide dan juga berguna untuk menambah wacana tulisan. Sukar pastinya menulis tentang Mobile Legend, Clash of Clans, AOV, kalau tidak tahu game-game itu sama sekali.
Gaming sekaligus mengetes seberapa baik smartphone saya. Atau, ketika tidak punya ilmu apa pun ketika mencari smartphone yang bagus, sebutkan saja kata kuncinya : apakah hp-nya bisa mobile gaming? Hehehe.

Dengan smartphone gaming, (nah, ini yang paling sering saya lakukan) saya bisa bertindak multitasking. Mau buka tab sebanyak mungkin, merekam dan menonton, memotret, membuka aplikasi belanja online dan aktivitas lain dengan smartphone gaming, jauh lebih lancar.
Dengan ASUS Zenfone Max M2 yang berbaterai gahar dan ramah di kantong jelas mampu mewakilinya.
***
 ====
Disclaimer :
Tulisan ini bukan merupakan ulasan penggunaan ASUS Zenfone Max M2.

======


Salam,
Lidha Maul

38 comments:

  1. Duh jadi mupeng pengen punya juga kak hehe :)

    ReplyDelete
  2. Hehehe pas sebelum punya hp gaming juga suka gitu mbak. Ehh pas udah punya. Ketagihan pisan pas main gamrnya ๐Ÿ˜…
    Spek hp gaming kalau buat aktivitas selain itu pasti cepet ya mbak. Apalagi buat ngeblog ๐Ÿ˜…
    Semoga terwujud yah Mbak Lidha ๐Ÿ˜˜

    ReplyDelete
  3. Spesifikasinya dewa bangett, harga murah pula
    jadi pengenn huhu

    ReplyDelete
  4. wah kalau ponsel abnyak fitur yang banyak mebantu kiat itu asyik sekali ya

    ReplyDelete
  5. duuuh... HP ini keren banget yak. Jadi pingin deh. Semoga harganya bisa terjangkau ya.

    ReplyDelete
  6. Wahhh smartphonenya canggih banget ya, apalagi menggunakan Qualcomm snapdragon 632 udah urusan multi tasking gak perlu kawatir lagi :D

    ReplyDelete
  7. Saya suka dengan pendekatannya, Mbak. Tidak hanya sekadar menyajikan data atau informasi mentah, tetapi dibarengi dengan menyisipkan sudut pandang baru mengenai game dan dunianya.
    Salam kenal dan semoga sukses selalu. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Riza.
      Sering lihat fenomena begini soalnya, meski ibunya teredukasi tapi bisa ketakutan setengah kalau bahas game

      Delete
  8. Aku pun main gamenya receh kayak sugar crush, temple run (ih jaman kapan ya ini) hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga bisa game kelas-kelas tinggi, tapi sebatas memahami aja, gak addict.

      Delete
  9. Sama aku juga mupeng banget nih pengen punya ASUS Zenfone Max M2... main game jadi lancar jaya...

    ReplyDelete
  10. Aku sukanya main Candy Crush, hahaha.
    Begitu ya rupanya, perlu sesekali mencoba main game macam ML dll biar tau dunia mereka. Huhuhu, aku belum siap... tapi sebagai ibu kudu siap sih ya. TFS, Mbak :)

    ReplyDelete
  11. Spek Max M2 ini udah "uhuy pisan" buat para gamers. Game2 berat pun bisa dimainkan dengan baik pada ponsel ini. Good luck ya mbak dan salam kenal :)

    ReplyDelete
  12. dari blog sana bahas zenfone max 2,disini juga dibahas lagi ya haha, ini lagi rame yah, emang kualitasnya bagus, semoga saya bisa beli wkwkwk

    ReplyDelete
  13. Seandainya bisa punya 5 samrtphone, salah satunya asus smartphone gaming ini ..., terpuaskan hatiku wwwkkk ...

    Ya gimana ngga, ya.
    Asik bisa buat ngeblog banyak akun juga ngegame seru ;)

    ReplyDelete
  14. ASUS memang bisa kasih harga relatif murah untuk kualitas bagus. Buat laptop/notebook juga sama. Tapi kalau buat beli handphone baru, saya tunggu yang lama rusak dulu deh. Sayang.

    ReplyDelete
  15. wih produk baru lagi nih dr asus.
    mayan lah. buat main aov masi ngangkat kok

    ReplyDelete
  16. awal kenal dengan angry birds, seneng jg maininnya ma sama anak hehe. Bisa jd sarana bonding jadinya.
    saya ga melarang anak main game, cuma dibatasi aja waktunya dan diawasi dia main apa

    ReplyDelete
  17. Pengen banget aku punya zenfone max m2 ini. Waktu ke Jakarta ke acara launching asus aku dapat doorprise yang type pro nya. Ini pengen buat ngegame. Biar makin keren formasinya

    ReplyDelete
  18. jadi..menjadi gamers bukan pilihan yang buruk ya mba? Aku setuju banyak manfaat yang didapat, tapi tetap harus liat konteksnya, karena kalua anak-anak main games terus ya ngga bagus. HP ini memang canggih banget..para gamers pasti pengen banget punya!

    ReplyDelete
  19. aku suka maen game. tp skr direm demi pencitraaan. anak2 suka main game. emaknya ngerem biar mereka ikutan ngerem jg, ngegame seperlunya :D
    kebetulan hp asus jadi andalan si aa jga. apalagi karna oke banget buat main game

    ReplyDelete
  20. Aku juga sempat suudhzon sama gamer, aku fikir mereka cuma buang2 kuota dan waktu. Padahal sekarang gamer bisa jadi profesi yang menjanjikan lho, apalagi kalau ikut kompetisi, bikin channel di youtuYo duhh menjanjikan banget. Bokeh lah ya latihan ngegame dulu pakai Asus Zenfone Max M2 ini, siapa tahu jadi gamer professional :).

    ReplyDelete
  21. Kalau aku emang gak jago dan kurang hobi, jadi sesekali aja ngikuti anak-anak yg lagi nge-game. Tapi kalau smartphone ini gak cuma urusan game-nya aja yang kece. Kamera sama baterainya juga gak kalah cihui

    ReplyDelete
  22. Duluu suka main games, sekarang udah nggak ๐Ÿ˜† pak suami sih yg masih. Aku perbolehkan asal nggak ganggu lainnya.
    Itu kenapa ada onde2 malin kundang ๐Ÿ˜† kok enak onde2 :p

    ReplyDelete
  23. Dunia game di zaman sekarang enggak bisa dipandang sebelah mata. Kalau kita kawal dan arahkan pada anak-anak yg doyan ngegame, mereka juga bisa berhasil menjadi seorang gamer sejati tanpa melupakan hal lain di dunia nyata.

    Event game di dunia maya juga sekarang marak. Kebetulan suami saya bekerja di salah satu provider internet, perusahaannya pun sering mengadakan event game online yang bekerja sama dengan beberapa warnet. Hadiahnya juga cukup besar.

    Di zaman yang makin canggih, ngegame memang gak harus ke luar rumah biar maksimal ngegamenya. Sekarang sudah ada Asus Zenfo Max Pro M2 yang sangat berkelas dengan kapasitas besar. Dijamin lancar deh ngegamenya..

    ReplyDelete
  24. Pengen punya hp zenfone max m2 ini kalau diajak event pasti tangguh ya. Anak-anakku suka juga games tapi tetap aku awasi, pernah tuh download games yang kapasitasnya berat duduuh

    ReplyDelete
  25. Ya Allah udah lama banget gak main game. Karena tiap pegang henfon pasti lagi BW, kepoin IG, balesin e-mail ato lagi edit kerjaan kantor wwkkwkwk yg sering main game di rumah itu Pak Suami, itupun Hago aja karena gak banyak mikir. Karena klo aku kelamaan pegang henfon, pasti anakku protes.

    Dulu pernah pakai henfon Asus, awet dan jadi kesayanganku buat moto2.

    ReplyDelete
  26. Aku suka games buat refresh otak dari segala penat mba. Beberapa orang bahkan dapat mendulang rupiah dari game. Tentunya harus didukung dengan hp canggih agar nge-game tetap asyik ya, mba.

    ReplyDelete
  27. Aku jarang main game hehehehe, seringnya buka pinterest sama ig. Sama untuk baca wattpad.

    ReplyDelete
  28. Handphone yang memanjakan para gamer nih. Tapi jangan sampai lupa waktu ya main gamenya hahahha

    ReplyDelete
  29. Duh kalau punya hape seperti ini, pasti bahagia banget kerjaan tuntas, anak2 kalau suntuk bolehlah dikasih main game .selama 10 mnt

    ReplyDelete
  30. Mba...
    Mengapa ya ibu Malin Kundang mengutuk anaknya jadi batu, mengapa gak dikutuk jadi anak sholeh aja heheheh.

    Btw, ngegame sebenarnya jadi kegiatan favorit saya, sayangnya saya sering lupa waktu kalau udah ngegame.
    Jadinya semenjak punya anak, jarang banget ngegame.
    Keren banget deh kalau bisa punya Zenfone max 2 :)

    ReplyDelete

Hai, bila tidak memiliki link blog, bisa menggunakan link media sosial untuk berkomentar. Terima kasih.